Aug 4th 2023, 05:28, by Mirsan Simamora, kumparanNEWS
Prajurit Rusia mengibarkan bendera nasional saat upacara penarikan pasukan penjaga perdamaian Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) dari Kazakhstan, di Almaty, Kazakhstan, Kamis (13/1). Foto: Pavel Mikheyev/REUTERS
Rusia diduga tengah memasang iklan penawaran perekrutan prajurit di sejumlah situs di Kazakhstan. Perekrutan itu dibuat dalam bentuk iklan digital.
Dilansir Reuters, iklan itu muncul secara otomatis saat membuka website atau iklan pop-up. Iklan itu berisikan pendaftaran menjadi pasukan Rusia dengan tawaran imbalan lebih dari USD5.000 setara Rp 78,5 juta (kurs kurs Rupiah terhadap dolar Rp 15.148). Terdapat juga slogan Bahu Membahu.
Gaji yang ditawarkan juga untuk sekali kontrak 495.000 rubel setara Rp79,9 juta dengan sistem kontrak militer Rusia. Setiap bulannya mereka juga ditawari gaji 190.000 rubel atau Rp30 juta beserta tunjangan.
Berdasarkan klaim situs ini, iklan ini berasal dari Badan Pengembangan Sumber Daya di wilayah Sakhalin. Disebut sebagai organisasi yang didirikan oleh pemerintah daerah itu.
Menteri Informasi dan Pembangunan Sosial Kazakhstan belum memberikan komentar terkait iklan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar