Apr 1st 2023, 13:15, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Pekerja saat bongkar muat 2.000 ton Gula Kristal Putih (GKP) dari Thailand yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (1/4/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Sebanyak 2.000 ton Gula Kristal Putih (GKP) yang diimpor pemerintah dari Thailand tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/3). Pembelian gula dari luar negeri ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa Ramadhan dan jelang Lebaran.
Impor dilakukan BUMN Holding Pangan ID FOOD. Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan pihaknya akan merealisasikan penugasan pemerintah untuk pengadaan gula secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 107.900 ton mulai kedatangan 31 Maret 2023 sampai dengan Mei 2023.
Yang hari ini tibanya 2.000 ton, asal negara dari Thailand. Untuk Tanjung Priok sendiri, total yang tiba Maret, April, sampai Mei 32.500 ton," ujar Frans dalam pembongkaran muat pengadaan gula di Tanjung Priok, Sabtu (1/4).
Pengadaan gula akan tiba ke Pelabuhan Belawan, Medan, sebanyak 37.900 ton, sedangkan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya akan kedatangan impor gula sebanyak 25.000 ton.
Frans memastikan penugasan impor ini hanya untuk kebutuhan pemenuhan pangan masyarakat. Setelah diimpor, gula ini akan memasuki musim giling agar diproduksi hingga akhir tahun 2023.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso (kiri), Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan (tengah), Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kanan) memberi keterangan pers terkait 2.000 Ton Impor Gula Kristal. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
"Gula yang hari ini asalnya Thailand, salah satu negara kita memang biasa importasi karena surplus. Gula-gula ini didistribusikan sesuai penugasan pemerintah, bapanas dan Kemendag untuk kita segera ke masyarakat harga gula eceran dan stabil," tuturnya.
Sebelum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti janji pemerintah, lanjut Frans, kurang lebih 40.000 ton gula akan tiba. Secara keseluruhan, kebutuhan gula nasional mencapai 3,4 juta ton. Indonesia telah memproduksi 2,6 juta ton gula.
Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso menyatakan impor gula untuk memenuhi kebutuhan nasional yang menyesuaikan neraca komoditas.
"Jangan bilang lagi kita suka impor, karena memang kebutuhan ke depannya atau kurang baru kita impor. Kalau surplus kita ekspor, kalau butuh kita impor," kata Budi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar