Hujan dan angin kencang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (30/3). Dampaknya, beberapa pohon tumbang dan rumah rusak.
"Dampak dari angin kencang di beberapa tempat kebanyakan terjadi pohon tumbang, kemudian rumah genting berterbangan ya, kemudian ada rumah yang roboh, ada yang mengganggu jalan," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana, Jumat (31/3).
Biwara mengatakan hujan dan angin kencang ini merupakan dampak dari Siklon Herman. "Saya kira sebagaimana informasi BMKG pada saat ini dampak dari (Siklon) Herman," ujarnya.
"Kita tetap perlu waspada atas kondisi ini, saya kira ini kejadian di beberapa waktu terjadi di DIY atas musim hujan saat ini," ujar Biwara.
SEBAGAI ILUSTRASI: Petugas melihat pohon tumbang di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pohon tumbang juga terjadi di Pasar Giwangan menurut Biwara. Pohon tumbang itu sempat menutup akses jalan di sana. "Tidak ada korban jiwa, kemarin itu informasi seperti itu dampak Herman, cuma sampai kapan belum tahu, ini peralihan musim," jelasnya.
Data BPBD DIY, hujan dan angin kencang kemarin sore menyebabkan 11 titik kejadian di Kota Yogyakarta meliputi 2 akses jalan terganggu, 2 jaringan listrik terganggu, 2 rumah rusak, 1 Fasilitas Ibadah, 10 Pohon tumbang, dan 1 tempat usaha rusak.
Sementara di Kabupaten Bantul tercatat ada 21 titik kejadian mulai dari 6 akses jalan terganggu, 5 jaringan listrik rusak, 11 rumah rusak, dan 18 pohon tumbang.
"Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang, hindari pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor dan daerah aliran sungai," kata Biwara.
Waspada Siklon Herman
Siklon tropis Herman dengan kecepatan 55 knot atau 100 kilometer per jam terpantau di sebelah barat daya Pulau Jawa. Siklon Herman ini mengakibatkan terjadinya pola konvergensi serta perlambatan udara di wilayah Jawa dan DIY yang mempengaruhi meningkatnya suplai udara di wilayah Jawa.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan Siklon Herman menyebabkan aktivitas awan konvektif relatif meningkat. Sehingga mempengaruhi terjadinya beberapa kondisi cuaca yang cukup ekstrem di wilayah Jawa dan DIY.
"Sikion tropis Herman memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia pada umumnya dan DIY pada khususnya dalam 24 jam ke depan," kata Warjono dalam keterangannya, Jumat (31/3).
Siklon Herman ini diprediksi masih akan aktif hingga 4 April mendatang. "Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah DIY," katanya.
Selain itu hal yang perlu diwaspadai lagi adalah potensi angin kencang yang mencapai 25 knot. Serta gelombang tinggi di perairan samudera.
"Tinggi gelombang 4.0-6.0 meter di Perairan Samudera Hindia, selatan DIY," ujarnya.
Potensi Kondisi Cuaca 3 Hari Mendatang
Potensi kondisi cuaca 3 hari ke depan menurut BMKG adalah potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY pada 1 April.
Lalu, pada 2 April waspadai potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Kemudian tanggal 3 April juga harus diwaspadai potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan Bantul bagian utara.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
Masyarakat diminta untuk melakukan langkah mitigasi mengurangi risiko dampak susulan seperti memangkas dahan-dahan pohon yang berpotensi tumbang hingga bersihkan aliran tersumbat.
"Jangan berlindung di bawah pohon baliho pada saat cuaca hujan ekstrem yang disertai petir agar terhindar dari sambaran petir," katanya.
"Untuk nelayan, agar selalu berkoordinasi dengan pihak terkait dan jika dimungkinkan agar menghindari melaut untuk 24 jam ke depan," pungkasnya.
****
kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tau informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar