Search This Blog

Kemenag dan FKUB Lampung Dorong Penangguhan Penahanan Ketua RT Wawan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemenag dan FKUB Lampung Dorong Penangguhan Penahanan Ketua RT Wawan
Mar 31st 2023, 14:39, by Galih Prihantoro, Lampung Geh

FKUB Lampung dan tokoh lintas agama di Lampung sepakat mengajukan upaya penangguhan penahanan terhadap Ketua RT Wawan. | Foto : Dok. Kanwil Kemenag Lampung.
FKUB Lampung dan tokoh lintas agama di Lampung sepakat mengajukan upaya penangguhan penahanan terhadap Ketua RT Wawan. | Foto : Dok. Kanwil Kemenag Lampung.

Lampung Geh, Bandar Lampung - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo mendorong upaya penangguhan penahanan terhadap Ketua RT Rajabasa Raya, Wawan Kurniawan yang saat ini ditahan Polda Lampung atas kasus dugaan peristiwa penghentian ibadah di Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Bandar Lampung.

Ajuan penangguhan penahanan ini juga sesuai kesepakatan bersama antara para tokoh lintas agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung.

"FKUB sudah mengajukan penangguhan penahanan dengan tetap kita mendukung supremasi hukum. Artinya, penangguhan penahanan itu bukan berarti Wawan bebas tanpa proses," kata Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Puji Raharjo dalam keterangannya.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Puji Raharjo. | Foto : Galih Prihantoro/ Lampung Geh
Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Puji Raharjo. | Foto : Galih Prihantoro/ Lampung Geh

Puji menjelaskan, upaya penangguhan penahanan itu dilakukan demi menciptakan kedamaian dan kerukunan di Provinsi Lampung.

"Kami mohon supaya ada penangguhan penahanan, kenapa? Untuk menciptakan harmonisasi kehidupan dalam bermasyarakat, karena jangan sampai masalah ini di bawa ke masalah politik," jelasnya.

Menurutnya, meski mengajukan penangguhan penahanan, namun pihaknya tetap menghormati proses hukum dan menyerahkan kepada pengadilan.

"Ini sangkaan pidana, benar atau tidaknya biar pengadilan yang memutuskan, jangan kita seolah-olah mengkriminalisasi," ujarnya.

Puji juga meminta agar masyarakat jangan mudah terprovokasi dan terus menjaga kesejukan apalagi di bulan Ramadhan.

"Tentu yang paling penting kita tidak boleh terprovokasi oleh ujaran kebencian, hasut dan adu domba di masyarakat. Apalagi di bulan Ramadhan, kita harus menjaga bersama-sama supaya kesejukan ini tetap terjaga," ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh lintas agama dan stakeholder terkait melakukan pertemuan di kantor Kemenag Lampung untuk menyikapi dinamika yang terjadi pasca ditetapkannya Ketua RT Wawan Kurniawan sebagai tersangka dan ditahan buntut permasalahan di Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Bandar Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh lintas agama mendukung upaya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung yang mengajukan penangguhan penahanan terhadap Wawan yang merupakan Ketua RT 12 Kecamatan Rajabasa.

Para tokoh lintas agama ini juga menegaskan melalui pernyataan bersama bahwa tidak ada persoalan suku dan agama serta tidak ada intervensi terhadap penegakan hukum dalam perkara tersebut.

Seperti diketahui, Ketua RT Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Wawan Kurniawan juga telah meminta maaf kepada jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) atas insiden persoalan yang terjadi pada Minggu (19/2) lalu.

Dia mengakui, kekeliruan yang telah dilakukan dan menyatakan bahwa dengan tulus ikhlas meminta maaf kepada jemaat GKKD dan pihak yang merasakan dampak dari persoalan ini khususnya bagi umat kristiani atau pemeluk agama lainnya.

Kesepakatan ini dilakukan saat kedua belah pihak yakni jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) dan perwakilan tokoh masyarakat Lingsuh dipertemukan di Aula Kelurahan Rajabasa Jaya, pada Kamis (23/2) lalu. (Lih/Ans)

Media files:
01gwv96mjex08gng0f1p3c56ta.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar