Mar 31st 2023, 14:40, by Masruroh, BASRA (Berita Anak Surabaya)
Aditya Arya, kiper Timnas U-20, saat tampil di ajang kualifikasi Piala Asia di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, beberapa waktu lalu. Foto: Dok. Basra
Kabar pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 menjadi pukulan telak bagi Garuda Muda. Mimpi untuk bisa berlaga di ajang bergengsi tersebut harus kandas hanya dalam waktu dua bulan dari penyelenggaraan. Sedih, kecewa, sekaligus kesal, saat ini dirasakan tim Garuda Muda, tak terkecuali Aditya Arya.
"Kesal dan kecewa ya mbak. Padahal sudah di depan mata, tapi pupus begitu saja," tuturnya kepada Basra melalui sambungan telepon, Jumat (31/3).
Remaja 18 tahun yang berposisi sebagai kiper ini tak menyangka akan mendapat kabar buruk terkait pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Adit tak menampik jika sebelumnya sudah mendengar kabar tersebut, namun Adit meyakini bahwa itu hanya sekadar angin lalu.
"Di medsos kan ada kabar soal pembatalan itu, tapi kami masih yakin bahwa kabar itu tidak benar. Apalagi kami sempat bertemu Pak Erick (Erick Thohir, Ketua Umum PSSI) Selasa malam sebelum beliau berangkat ke Qatar menemui FIFA. Bahkan kami sempat menyampaikan harapan kami ke Pak Erick agar kabar tersebut tidak jadi kenyataan," paparnya.
Namun pada Rabu (29/3) malam kabar buruk itu datang. Adit berkisah jika di Rabu malam itu, seluruh tim dan official dikumpulkan, di sinilah kabar buruk itu disampaikan. Usai mendengar kabar tersebut, tak pelak tangis dari tim dan official tidak bisa dibendung.
"Pas dapat kabar Rabu malam itu semua nangis. Saya juga nangis. Rasanya apa yang kami lakukan selama ini sia-sia," ujar kiper muda asal Persebaya Surabaya ini.
Usai mendapat kabar tersebut Adit mengungkapkan bagaimana kondisi teman-temannya kala itu. Terdiam dan tak melakukan apa-apa, bahkan untuk sekadar memejamkan mata saja tidak mampu.
"Kami semua tidak bisa tidur, malah sampai pagi," tukasnya.
Adit menuturkan jika selama ini perjuangan Garuda Muda tidak mudah demi untuk bisa memberikan penampilan terbaik di ajang Piala Dunia. Meski bisa tampil di ajang Piala Dunia lewat jalur tuan rumah, namun latihan keras dijalani skuad Garuda Muda setiap hari.
"Kita latihan tiga kali setiap hari. Setiap latihan durasinya 2 jam. Belum lagi kalau harus TC (pemusatan latihan) ke luar negeri. Kita kan ada TC ke beberapa negara, salah satunya di Turki. Nah, pas di sana itu kita harus latihan di pantai jam 6 pagi," terang remaja yang resmi bergabung dengan Garuda Muda sejak Agustus 2022 ini.
Saat ini skuad Garuda Muda tengah menanti kepulangan Erick Thohir dari Qatar untuk menentukan nasib mereka selanjutnya.
"Kita masih belum tahu nanti mau gimana. Kita masih menunggu Pak Erick pulang dari Qatar," tandasnya.
Meski batal tampil di ajang Piala Dunia U-20, namun Adit dan teman-temannya masih tetap latihan.
"Masih, kita masih latihan," tukasnya.
Dengan adanya pembatalan ini, Adit berharap ke depan sepak bola di Indonesia tidak dicampur aduk dengan urusan politik.
"Kita hanya mau main bola, itu saja. Tolong jangan dicampur dengan urusan politik," harapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar