Search This Blog

Survei PWS: Demokrat Balap Golkar, Perindo Masuk Senayan, PPP Terancam

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Survei PWS: Demokrat Balap Golkar, Perindo Masuk Senayan, PPP Terancam
Feb 5th 2023, 15:30, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers awal tahun 2023 terkait isu terkini dan sikap Partai Demokrat jelang Pemilu 2024 di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1/2023). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers awal tahun 2023 terkait isu terkini dan sikap Partai Demokrat jelang Pemilu 2024 di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1/2023). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Political Weather Station (PWS) merilis survei terbaru terkait elektabilitas parpol jelang Pilpres 2024. Menurut temuan survei, Partai Demokrat kini masuk tiga besar, membalap Golkar yang sebelumnya kerap ada di posisi ke-3.

PDIP dan Gerindra ada di posisi pertama dengan elektabilitas 21,8% dan 15,6%. Sementara Demokrat meraih 10,1% suara dan Golkar 9,6% suara.

"Seandainya pemilu saat ini, partai apa yang anda pilih? PDIP akan keluar sebagai pemenang dengan 21,8%, akan hattrick. Di posisi dua, Gerindra 15,6% alias naik signifikan jika dibandingkan Pemilu 2019. Di berikutnya Demokrat 10,1%, Golkar 9,6%, NasDem 9,1%, PKS 7,8%, PKB 7,5%," jelas Peneliti Senior PWS Sharazani dalam paparan rilis survei, Minggu (5/1).

Lebih lanjut, Partai Perindo tercatat bisa masuk parlemen apabila pemilu digelar sekarang dengan 4,6% suara. Adapun partai yang saat ini ada di Senayan yakni PAN dan PPP terancam tak lolos karena hanya meraih, 2,8% dan 1,9% suara.

Elektabilitas parpol survei Political Weather Station (PWS) Januari 2023. Foto: PWS
Elektabilitas parpol survei Political Weather Station (PWS) Januari 2023. Foto: PWS

"Satu-satunya partai non-parlemen yang kelihatannya akan lolos ke Senayan adalah Partai Perindo dengan elektabilitas sebesar 4,6% jika Pemilu dilaksanakan saat ini," jelas dia.

Di sisi lain, PWS juga memetakan alasan publik memilih partai. Menurut temuan,

Gerindra dipersepsikan publik sebagai salah satu partai yang peduli masalah pertanian bersama PDIP, Partai Golkar hingga Perindo.

Partai Gerindra juga dipersepsikan publik sebagai salah satu partai yang peduli terhadap masalah-masalah riil rakyat kecil bersama PDIP. Keduanya pun dipersepsikan publik sebagai partai yang paling menjanjikan perubahan, bahkan mengalahkan partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Perubahan yakni artai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS).

PKS menempati ranking teratas sebagai partai paling Islamk. Ada 24,1% responden menilai PKS partai paling religus, disusul PKB (17,1%), PPP (14,3%), PBB (4,5%), Partai Ummat (4,3%) dan PAN (2,9%).

Menurut temuan, hampir semua partai berbasis massa Islam dipersepsikan publik tidak menjanjikan perubahan dan kurang peduli terhadap masalah-masalah riil yang dihadapi rakyat kecil. PSW memandang ini menyebabkan semua partai berbasis massa Islam tidak berhasil menembus papan atas elektabilitas survei, dan beberapa di antara mereka semakin ditinggalkan konstituennya.

Di sisi lain, sebetulnya mayoritas masyarakat menilai tak ada parpol yang peduli dengan masalah riil yang terjadi, yakni di kisaran 25-30%.

Survei PWS kali ini dilaksanakan 23-31 Januari 2023 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.

Jumlah sampel 1200 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara acak sistematis (systematic-random sampling). Margin of error +/- 2,83%, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.

Media files:
01gpjk64bx8bbxzz28f2ps502d.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar