Search This Blog

Polling kumparan: 55,22% Pembaca Tertarik Beli Mobil Listrik Subsidi Rp 80 Juta

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polling kumparan: 55,22% Pembaca Tertarik Beli Mobil Listrik Subsidi Rp 80 Juta
Jan 2nd 2023, 17:00, by Tri Vosa Febiola Ginting, kumparanBISNIS

Mobil listrik Wuling Air ev sebagai kendaraan resmi perhelatan KTT G20 2022. Foto: dok. Wuling Motors
Mobil listrik Wuling Air ev sebagai kendaraan resmi perhelatan KTT G20 2022. Foto: dok. Wuling Motors

Sebanyak 55,22 persen pembaca kumparan tertarik membeli mobil listrik yang rencananya bakal disubsidi hingga Rp 80 juta. Ini diketahui berdasarkan hasil polling yang dilakukan selama 19 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.

Ada sebanyak 1.514 responden yang memberikan pendapatnya pada polling ini. Sebanyak 836 responden di antaranya tertarik untuk membeli mobil listrik yang bakal disubsidi pemerintah sebesar Rp 80 juta.

Sementara itu, sebanyak 44,78 persen atau sebanyak 678 responden menyatakan tak tertarik untuk membeli mobil listrik walau disubsidi pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah berencana memberikan subsidi sebesar Rp 80 juta bagi warga yang membeli mobil listrik. Syaratnya, mobil listrik tersebut memiliki pabrik di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan, insentif kepada pembeli mobil listrik masih dalam tahap finalisasi. Tapi hampir pasti subsidi diberikan demi mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.

"Jumlah dari subsidinya akan kami hitung. Tapi kira-kira pembelian mobil listrik akan diberi insentif Rp 80 juta," kata Agus di Brussels, Belgia, dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/12/2022).

Mobil Listrik Lexus UX 300e bertugas di KTT G20  Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Mobil Listrik Lexus UX 300e bertugas di KTT G20 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Agus mengatakan subsidi ini akan digelontorkan karena pemerintah belajar dari berbagai negara yang sudah maju menggunakan kendaraan listrik. Mereka memberikan keringanan untuk warga.

Meski begitu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan besaran nilai subsidi tersebut masih belum pasti, lantaran sedang dalam hitung-hitungan.

"Nggak ada (subsidi Rp 80 juta). Informasi itu masih belum akurat hitungannya, itu hitungan-hitungannya. Tapi kan belum pasti. Kisarannya mungkin. Bisa saja. Tapi kan kita belum pasti, belum memutuskan," kata Bahlil di UPN Veteran Yogyakarta, Kamis (15/12).

Media files:
01gm876mext0nxy3aq9my6bkn4.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar