BMKG memberikan penjelasan terkait gempa bumi berkekuatan 4,9 magnitudo di Kota Lhokseumawe. Gempa terjadi pada Senin (2/1) pukul 17.40 WIB.
Hasil analisa BMKG, gempa itu berkekuatan 4,9 magnitudo dan merupakan gempa bumi tektonik.
Episenter gempa terletak pada koordinat 5.41 LU,96.99 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 29 km barat laut Kota Lhokseumawe. Kedalaman 10 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi Dangkal akibat aktivitas sesar aktif, sesar Lhokseumawe," Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Daryono menjelaskan, dampak gempa yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan atau shakema BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat yakni gempa ini dirasakan di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara dengan skala Intensitas II-III MMI.
Artinya, Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu .
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," ucap Daryono.
Lebih lanjut, Daryono mengatakan hingga pukul 18.00 WIB, hasil monitoring BMKG tidak ada gempa bumi susulan (aftershock).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar