Dec 17th 2022, 17:49, by Rini Friastuti, kumparanNEWS
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Presiden Jokowi menyebut Bawaslu merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang sangat kuat karena disegani dan ditakuti para calon pemimpin. Jokowi menceritakan, dirinya sempat grogi dipanggil Bawaslu DKI Jakarta saat Pilpres 2019 lalu.
"Bawaslu ini hati-hati lho. Bawaslu ini sangat kuat, sangat ditakuti, tapi bapak/ibu/saudara tidak merasakan bahwa bapak/ibu ini disegani ditakuti karena saya pernah dipanggil Bawaslu Jakarta," kata Jokowi dalam Konsolidasi Nasional Bawaslu di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12).
"Saya enggak ngerti kesalahan apa dipanggil. Sebelum saya datang ke Bawaslu saya betul-betul grogi betul saat itu. Artinya bapak ibu semua ini ditakuti disegani," lanjutnya.
Jokowi mengatakan, peserta pemilu yakni capres cawapres hingga cagub pasti akan grogi dipanggil Bawaslu. Apalagi, kata dia, jika pemanggilan itu merupakan peringatan terakhir.
"Peserta pemilu siapa pun lah, capres, cawapres, cagub, cawagub semuanya kalau bapak ibu panggil itu percaya saya, grogi. Apalagi diberi tahu ini peringatan terakhir 'Pak cagub, ini peringatan terakhir, Pak capres, ngeri semuanya', karena saya pernah merasakan," tutur Jokowi.
Ingin Bawaslu Awasi Medsos
Suasana di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (10/6). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Jokowi pun berharap Bawaslu tak hanya melakukan pengawasan namun juga harus memetakan kerawanan pemilu.
"Saya berharap Bawaslu tidak hanya berhenti pada level pengawasan teknis pelaksanaan tahapan pemilu, tak hanya berhenti di situ, Bawaslu juga harus punya indeks kerawanan pemilu," kata dia.
Jokowi pun mengaku senang jika Bawaslu melakukan pengawasan media sosial. Sebab, kata dia, sering kali masalah di pemilu berawal dari media sosial.
"Ada polisi sibernya di situ, karena memang problemnya sering dimulai dari medsos, ngipas-ngipasi di mulai dari situ, nanti lapangannya kan menjadi ramai dan panas karena kipasan dari medsos," tandas Jokowi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar