Search This Blog

Langka! Anak di Inggris Stroke Sejak dalam Kandungan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Langka! Anak di Inggris Stroke Sejak dalam Kandungan
Jan 13th 2026, 11:00 by kumparanMOM

Ilustrasi Bayi di Dalam Inkubator.   Foto: Shutterstock
Ilustrasi Bayi di Dalam Inkubator. Foto: Shutterstock

Stroke dikenal sebagai kondisi yang identik dengan orang dewasa. Namun dalam kasus yang sangat jarang, gangguan ini juga bisa terjadi pada bayi, bahkan sejak masih berada di dalam kandungan.

Ya, Moms, kisah ini dialami oleh pasangan asal Inggris, Emma dan Dave, saat menantikan kelahiran putra pertama mereka.

Kebahagiaan pasangan ini berubah menjadi keterkejutan besar ketika hasil pemeriksaan kehamilan menunjukkan kondisi yang tidak biasa.

Saat usia kehamilan Emma memasuki 25 minggu, dokter memastikan bahwa janin laki-laki yang dikandungnya mengalami stroke perinatal. Jenis stroke ini terjadi pada bayi sebelum atau sesaat setelah lahir, Moms.

Diagnosis Stroke dan Harapan Hidup Kecil

Ilustrasi anak alami stroke. Foto: Bangkok Click Studio/Shutterstock
Ilustrasi anak alami stroke. Foto: Bangkok Click Studio/Shutterstock

Sejak awal, dokter sudah memperingatkan Emma dan Dave bahwa masa depan sang bayi sangat tidak pasti. Hasil USG menunjukkan adanya berbagai anomali pada otak janin. Stroke tersebut diketahui telah merusak korpus kalosum, yaitu jaringan saraf penting yang menghubungkan otak bagian kiri dan kanan.

Menurut Asosiasi Stroke, kondisi ini tergolong sangat langka dan hanya terjadi pada sebagian kecil bayi yang masih dalam kandungan atau baru lahir.

Lahir dengan Tantangan Besar

Ilustrasi selang nasogastrik. Foto: Fuller Photography/Shutterstock
Ilustrasi selang nasogastrik. Foto: Fuller Photography/Shutterstock

Bayi laki-laki itu kemudian lahir pada Februari 2019 dan diberi nama Robin. Sejak lahir, Robin harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama lima bulan sebelum akhirnya diizinkan pulang.

Akibat stroke yang dialaminya sejak dalam kandungan, Robin menghadapi berbagai keterbatasan serius, di antaranya:

  1. Tidak bisa berjalan

  2. Tidak bisa berbicara

  3. Tidak bisa menelan, sehingga membutuhkan selang untuk asupan nutrisi

Meski kondisi tersebut berat, Emma dan Dave memilih untuk tidak menyerah.

"Kami membuat keputusan sejak awal. Jika Robin mau berjuang hidup, kami pun akan terus berjuang dan mendukungnya agar ia bisa 'bertarung' di dunia luar," ujar Dave, dikutip dari BBC.

Sebagai langkah memperjuangkan hidup Robin, pasangan ini mengikuti berbagai pelatihan khusus agar dapat merawat Robin dengan optimal di rumah.

Selain perawatan medis, Robin juga menjalani terapi musik dan terapi sensorik untuk membantu meningkatkan kualitas hidupnya.

"Kami melakukan segala yang kami bisa agar, seberapa pun singkat hidupnya, Robin tetap menjalani hidup yang penuh makna," tambah Dave.

Media files:
01gdmx3tc02k55jr4t3dhapv2y.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar