Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (24/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, merespons Presiden Prabowo Subianto yang melantik Irene sebagai Wakil Dubes RI untuk China pada Rabu (8/10). Irene dilantik bersama 10 dubes lainnya untuk sejumlah negara sahabat.
Dave menilai, pelantikan Wakil Dubes Indonesia untuk China merupakan langkah strategis pemerintah. Menurutnya, keputusan itu menunjukkan adanya urgensi khusus dalam hubungan diplomatik Indonesia dengan China.
"Republik Rakyat Tiongkok merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dengan intensitas kerja sama yang sangat tinggi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan," kata Dave saat dihubungi, Kamis (9/10).
Ia menjelaskan, kompleksitas hubungan kedua negara menuntut kapasitas diplomatik yang lebih kuat dan responsif.
"Kompleksitas hubungan ini menuntut kapasitas diplomatik yang lebih kuat dan responsif," lanjutnya.
Irene Wakil Dubes RI untuk China. Foto: Instagram/ @dr.irene13
Politikus Partai Golkar itu menilai, penunjukan wakil dubes akan memperkuat struktur diplomatik Indonesia di Beijing, terlebih Indonesia berencana membuka Konsulat Jenderal baru di China.
Saat ini, Indonesia memiliki satu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing dan tiga Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), yakni di Guangzhou, Hong Kong, dan Shanghai.
"Penambahan posisi Wakil Dubes, seperti yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, mencerminkan kebutuhan untuk memperkuat struktur perwakilan diplomatik kita di Beijing," ungkapnya.
Presiden Prabowo saat pelantikan pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Lebih lanjut, Dave mengatakan Komisi I DPR sebagai mitra kerja Kementerian Luar Negeri mendukung langkah tersebut selama prosesnya dilakukan secara transparan dan berdasarkan prinsip meritokrasi.
"Kami juga berharap penempatan Wakil Dubes ini dapat mempercepat respons diplomatik terhadap isu-isu bilateral dan regional yang berkembang, serta memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional yang melibatkan Tiongkok," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar