Apr 22nd 2025, 12:01, by Syawal Darisman, kumparanNEWS
Sejumlah warga menyiapkan obor saat tradisi Lamporan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) bertajuk Nyawiji Bumi di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (21/4/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOTradisi Lamporan ini merupakan simbol untuk mengusir malapetaka atau tolak bala hama pertanian dalam rangkaian memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOTradisi tersebut diikuti oleh ratusan warga perwakilan buruh, petani, peternak, perikanan, mahasiswa, santri, hingga seniman dari berbagai wilayah di Jateng. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTOSelain itu, tradisi Lamporan ini juga digelar untuk menyerukan tentang pelestarian alam di Indonesia, serta bentuk penolakan pada kebijakan yang merusak lingkungan. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Sejumlah warga menyiapkan obor saat tradisi Lamporan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) bertajuk Nyawiji Bumi di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (21/4/2025).
Tradisi Lamporan ini merupakan simbol untuk mengusir malapetaka atau tolak bala hama pertanian dalam rangkaian memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi.
Tradisi tersebut diikuti oleh ratusan warga perwakilan buruh, petani, peternak, perikanan, mahasiswa, santri, hingga seniman dari berbagai wilayah di Jateng.
Selain itu, tradisi Lamporan ini juga digelar untuk menyerukan tentang pelestarian alam di Indonesia, serta bentuk penolakan pada kebijakan yang merusak lingkungan.
Warga membawa obor berjalan membentuk lingkaran saat tradisi Lamporan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) bertajuk Nyawiji Bumi di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (22/4/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar