Aug 4th 2023, 08:27, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kiri) saat naik LRT Jabodebek di Jakarta, Kamis (3/8/2023). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Presiden Jokowi buka suara terkait kesalahan desain jembatan melengkung atau longspanLRT Jabodebek dari Gatot Subroto ke Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Jokowi menyebut proyek LRT pertama di Indonesia ini wajar jika ada kesalahan.
"LRT ini yang pertama kali kita kerjakan. Jadi kalau ada koreksi, ada yang perlu dievaluasi, ada yang perlu diperbaiki, ya, kita perbaiki," ujar Jokowi di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (3/8).
Jokowi juga meminta agar masyarakat tidak mencari kesalahan. Menurutnya, kesalahan pasti ada karena Indonesia baru pertama kali membangun LRT.
"Jangan senang cari-cari kesalahan. Karena kesalahan pasti ada karena baru pertama kali dan ini adalah produksi INKA, konstruksinya juga dikerjakan oleh kita sendiri, semuanya oleh kita sendiri. Jadi kalau ada kurang-kurang, ya, harus kita maklumi, tetapi kita perbaiki," imbuhnya.
Meski demikian, Jokowi mengaku nyaman bisa menjajal LRT untuk yang ketiga kalinya. Jokowi mengatakan, tinjauan dilakukan untuk melihat kesiapan sistem dari keamanan hingga keselamatan.
Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) melintas di jembatan rel lengkung (longspan) LRT Kuningan, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
"Semuanya direncanakan, semuanya dihitung, semuanya pasti ada perencanaan. Di lapangan kadang-kadang bisa ada adjustment, ada penyesuaian, saya kira biasa," tuturnya.
Jokowi pun meminta masyarakat memaklumi jika masih ada kekurangan. Ia memastikan, segala kekurangan yang ditemukan pasti akan dikoreksi.
"Kalau ada kekurangan masih ada yang perlu dikoreksi, masih ada yang perlu dievaluasi, ya, saya kira wajar. Jangan mengharapkan ini nanti operasi langsung semuanya sempurna. Enggak. Pasti ada perbaikan-perbaikan sistem, perbaikan teknis, dan lain-lainnya," pungkasnya.
Menhub Pastikan Salah Desain Tak Pengaruhi Keamanan
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi turut berkomentar soal jembatan melengkung LRT Jabodebek salah desain. Dia memastikan keamanan infrastruktur tak terpengaruh oleh desain tersebut. Pemerintah menjamin keamanan menjadi prioritas.
"Saya enggak ngomong salah dan benar, tetapi adalah suatu kezaliman bahwa pada satu tikungan harus ada solusi. Coba bayangin kalau di tengah-tengahnya ada kolom, atau dibikin segi empat, suruh berhenti?" ujar Menhub usai mendampingi Presiden Jokowi menjajal LRT Jabodebek, Kamis (3/8).
"Ya itu solusi desain yang optimal, saya enggak katakan itu maksimum, jadi kalau saya, saya bisa katakan tidak salah, itu adalah solusi desain," sambungnya.
Soal apakah kondisi tersebut membuat jadwal operasional LRT mundur, Budi Karya mengungkapkan bahwa hal ini bakal menyesuaikan hasil uji coba dan berdasarkan keputusan Jokowi.
Wamen BUMN Jelaskan Alasan Salah Desain
Isu salah desain longspan LRT Jabodebek awalnya diungkapkan Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko. Menurutnya, longspan yang dibangun PT Adhi Karya Tbk (Persero) didesain dengan kondisi keterbatasan lahan. Hal ini menyebabkan kecepatan LRT Jabodebek di lokasi itu harus melambat di 28 km per jam, dari normalnya 80 km per jam.
"Secara alignment sudah didesain melengkung yang paling optimal untuk mengakomodasi adanya keterbatasan lahan dan sesuai trase yang telah ditetapkan, termasuk desain kemiringan sebagai counter atas gaya sentrifugal kereta," kata Tiko kepada kumparan, Kamis (3/8).
"Sehingga untuk kecepatan LRT nantinya kira-kira 80 km per jam, namun di longspan memang akan melambat ke sekitar 28 km per jam," sambung Tiko.
Menurutnya, desain dan hasil produk LRT Jabodebek sudah melalui diskusi dan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak. Selain itu, sudah diuji oleh Komite Keselamatan Jalan dan Jembatan (KKJTJ) secara statis dan dinamis berikut pembebannya.
"Serta sudah diberikan sertifikat oleh Menteri PUPR, dan LRT siap beroperasi penuh di bulan ini, Agustus 2023," ungkap Tiko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar