Mar 14th 2025, 15:48, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Mendag Budi Santoso di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Jumat (14/3/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah harga MinyaKita mahal karena kecurangan oknum pengusaha. Menurut Budi, masih melambungnya harga MinyaKita di pasaran karena efek permintaan Lebaran 2025 yang meningkat.
"Nggak, nggak, MinyaKita, ya pertama kan karena mau Lebaran kan permintaannya meningkat, ya walaupun pasokan semuanya ada terus," ucap Budi ketika ditemui wartawan di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Jumat (14/3).
Mendag mengaku telah mengecek harga MinyaKita di Pasar Tomang Barat Jakarta. Hasilnya, harga terpantau stabil Rp 15.700 per liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Tadi di Pasar Tomang harganya Rp 15.700 per liter. Terus tadi ada informasi yang kunjungan anggota DPR harganya juga sudah Rp 15.700," lanjutnya.
Garis polisi terpasang di barang bukti kemasan MinyaKita yang tidak sesuai takaran saat pengungkapan kasus manipulasi volume minyak goreng MInyaKita di PT. Kusuma Mukti Remaja, Jetis, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (14/3/2025). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO
Budi masih mempelajari penyebab utama melonjaknya harga MinyaKita di pasaran. Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga MinyaKita hari ini (14/3) ada di angka Rp 17.657 per liter.
Sedangkan, di panel harga Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, MinyaKita hari ini (14/3) senilai Rp 17.100, terpantau masih di atas HET.
Sebelumnya, temuan kecurangan yang dilakukan pelaku usaha dengan mengurangi takaran MinyaKita bertambah. Kemendag kali ini mendapati distributor nakal di Karawang, Jawa Barat.
Adalah PT Artha Eka Global Asia (AEGA), distributor nakal yang menyunat takaran MinyaKita. Temuan ini berawal pada awal Maret 2025 saat Satgas Pangan Polri menduga ada kemasan 1 liter yang volumenya kurang dengan label PT Artha Eka Global Asia (AEGA).
Pengawasan kemudian dilakukan ke perusahaan PT AEGA di Depok, namun tidak menemukan apa pun lantaran perusahaan telah pindah. Pemerintah kemudian menemukan PT AEGA beroperasi di Karawang, Jawa Barat.
Di pabriknya di Karawang, Jawa Barat banyak botol kosong berukuran sekitar Rp 750 mililiter yang siap diisi oleh minyak goreng dan diklaim sebagai MinyaKita berukuran 1 liter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar