Dalam mempelajari bahasa Indonesia, kalimat terbagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya kalimat majemuk. Kalimat majemuk sendiri terbagi menjadi bertingkat dan setara. Tak mengherankan jika banyak yang bertanya tentang pengertian kalimat majemuk setara.
Terlebih, kalimat majemuk setara memiliki ciri-cirinya sendiri. Selain itu, di dalam kalimat ini juga terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola atau lebih sebagai hasil penggabungan atau perluasan.
Sedangkan pengertian kalimat majemuk setara yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia 3 oleh Sri Sutarni dan Sukardi (2008), yakni kalimat yang kedudukan klausa-klausanya sejajar sebagai hasil penggabungan dua klausa atau lebih.
Klausa-klausa tersebut berbentuk koordinatif yang dapat menjadi kata sendiri-sendiri apabila konjugasinya dihilangkan.
Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Setara
Ilustrasi ciri-ciri kalimat majemuk setara. Foto: Unsplash/Unseen Studio
Kalimat majemuk setara memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakan dengan kalimat lainnya, yakni:
1. Terdiri dari Dua Klausa atau Lebih
Kalimat majemuk setara terdiri dari dua klausa atau lebih yang kedudukannya setara.
2. Terdapat Kata Hubung
Beberapa kata hubung (konjungsi) yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk setara yaitu dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, kemudian. Meski demikian, penggunaan kata hubung ini dalam kalimat majemuk setara bergantung pada jenisnya.
3. Memiliki Pola
Kalimat majemuk setara memiliki pola tertentu yang menjadi ciri khas tersendiri. Secara umum, pola kalimatnya yaitu S + P + keterangan + konjungsi + S + P + keterangan.
Namun, ada juga pola kalimat majemuk sederhana yaitu klausa yang terdiri dari subjek dan predikat, tanpa keterangan. Polanya dapat dituliskan dengan bentuk S + P + konjungsi + S + P.
Itulah penjelasan dari pengertian kalimat majemuk setara, ciri, dan jenis-jenisnya. Ternyata, membuat kalimat majemuk setara tidak sesulit yang dipikirkan bukan?(MZM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar