Hakim PN Denpasar bersidang dengan mengenakan pita putih di lengan. Dok: Denita/kumparan
Sejumlah hakim mengenakan pita putih pada lengan kiri dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, Senin (7/9). Hal ini untuk mendukung aksi solidaritas memperjuangkan kesejahteraan hakim.
"Kami pakai simbol pita putih di toga," kata Humas PN Denpasar, Gede Putra Astawa, saat dihubungi.
Pantauan kumparan di PN Denpasar, sidang perdata digelar setiap Senin dan Rabu, sedangkan sidang pidana setiap Selasa dan Kamis. Seluruh ruang sidang di PN Denpasar tampak tengah berlangsung persidangan.
Astawa belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai ada atau tidak penundaan sidang menindaklanjuti aksi mogok hakim se-Indonesia, yang dimiliki pada 7-11 Oktober 2024. Hal ini karena Astawa masih melakukannya persidangan di Ruang Kartika PN Denpasar.
Diberitakan sebelumnya, Para hakim yang tergabung dalam Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) melakukan cuti "mogok" massal sebagai bentuk protes terhadap sejumlah hal di antaranya gaji dan tunjangan selama 12 tahun.
Adapun tuntutan hakim adalah:
Pengesahan RUU Jabatan Hakim, untuk menjamin kedudukan dan wibawa profesi hakim di mata hukum;
Pengesahan RUU Contempt of Court, untuk memastikan proses peradilan berjalan tanpa intervensi, ancaman, atau tekanan dari pihak mana pun;
PP tentang Jaminan Keamanan Hakim, untuk menjamin keamanan hakim dalam menjalankan tugasnya—termasuk perlindungan fisik dan psikologis dari potensi ancaman atau serangan yang bisa terjadi selama atau setelah menjalankan tugas peradilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar