Search This Blog

Brand Cokelat Asli Indonesia yang Sering Dikira dari Luar Negeri

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Brand Cokelat Asli Indonesia yang Sering Dikira dari Luar Negeri
Jul 12th 2024, 18:00, by Azalia Amadea, kumparanFOOD

Ilustrasi cokelat. Foto: Shulevskyy Volodymyr/Shutterstock
Ilustrasi cokelat. Foto: Shulevskyy Volodymyr/Shutterstock

Geliat brand cokelat asli Indonesia memang semakin sukses di kancah internasional. Ragam brand cokelat asli Tanah Air telah tersebar hingga ke berbagai negera. Sebut saja Silverqueen, Ceres, Chunky hingga Delfi.

Brand cokelat lokal tersebut kerap mejeng di rak supermarket luar negeri. Sehingga banyak yang menyangka bahwa brand-brand cokelat ini bukan berasal dari Indonesia.

Faktor nama hingga desain kemasan yang kebarat-baratan membuat cokelat-cokelat itu sering dikira brand dari luar negeri. Padahal, brand cokelat itu asli karya anak bangsa.

Penasaran, apa saja brand cokelat lokal yang sering dikira dari luar negeri? Yuk, simak rangkuman kumparanFOOD berikut ini.

1. Silverqueen

Ming Chee Chuang membuka pabrik cokelat pertamanya di Garut, Jawa Barat pada tahun 1950. Ming Chee Chuang sendiri adalah warga keturunan Burma (Myanmar) yang menetap di Garut.

Saat pindah ke Garut, dia membeli perusahaan bernama NV Ceres milik Belanda. Kemudian, Chuang mengubah nama perusahaannya menjadi PT Perusahaan Industri Ceres, saat itulah dia mulai memproduksi cokelatnya sendiri termasuk Silverqueen.

2. Delfi

Ilustrasi cokelat Delfi. Foto: Shutterstock
Ilustrasi cokelat Delfi. Foto: Shutterstock

Brand cokelat Delfi merupakan karya dari anak Ming Chee Chuang, bernama John Chuang. Dia meluncurkan brand cokelat tersebut pada tahun 1984, saat menjabat sebagai penerus usaha bapaknya, Ming Chee Chuang.

Delfi terkenal dengan berbagai olahan cokelatnya. Bukan hanya cokelat batangan, melainkan juga produk paduan cokelat-kacang seperti Chacha hingga Treasure.

3. Pipiltin Cocoa

Pipiltin Cocoa luncurkan cokelat baru Kampung Merasa. Foto: PipiltinCocoa
Pipiltin Cocoa luncurkan cokelat baru Kampung Merasa. Foto: PipiltinCocoa

Usaha cokelat artisan yang memiliki misi utama memperkenalkan cokelat hasil petani lokal ke luar negeri ini, didirikan pada tahun 2013. Ciri khas produksi cokelat Pipiltin adalah kandungan cocoanya yang mencapai 70-100 persen.

Brand milik kakak-beradik Tissa Aunilla dan Irvan Helmi ini telah sukses mengekspor produknya ke Jepang hingga Rusia. Cokelat ini juga bahkan pernah dicicipi oleh Raja dan Ratu Belanda saat kunjungannya ke Indonesia.

4. Krakakoa

Cokelat bar Krakakoa. Foto: Azalia Amadea/kumparan
Cokelat bar Krakakoa. Foto: Azalia Amadea/kumparan

Memiliki konsep serupa dengan Pipiltin, Krakakoa juga merupakan brand cokelat artisan asli Indonesia yang sudah ada sejak tahun 2013. Brand ini mengolah cokelat hasil produksi petani lokal.

Tak hanya memperkenalkan cokelat Indonesia, Krakakoa juga mendesain bungkusnya dengan gambar batik hingga tenun untuk turut mengangkat budaya asli Nusantara. Brand cokelat ini bahkan sudah terjual ke Singapura, Korea, Jepang, hingga Eropa.

5. Moodco

Moodco merupakan produk cokelat premium asal Kota Batu, Jawa Timur yang didirikan pada tahun 2020. Perusahaan ini memproduksi cokelat single origin asli Nusantara. Moodco juga memperhatikan kandungan gula dalam produknya, yang diklaim lebih rendah sehingga lebih sehat.

6. Mason Chocolates

Siapa sangka? Cokelat lokal asal Bali ini sudah berusia 30-an tahun, lho. Mengusung konsep artisan chocolate, perusahaan ini menggabungkan bahan biji kakao lokal asal Jawa, Sumatera, Bali, hingga Papua yang kemudian diolah menggunakan teknologi asal Eropa.

Media files:
01j2g2xce0xs8fyj0hp4gcwq12.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar