Search This Blog

Hensat soal JK vs Termul: Wajar, Karena Tidak Seharusnya Membesar

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hensat soal JK vs Termul: Wajar, Karena Tidak Seharusnya Membesar
Apr 19th 2026, 15:07 by kumparanNEWS

Pendiri Kedai Kopi Hendri Satrio. Foto: Dok. Pribadi
Pendiri Kedai Kopi Hendri Satrio. Foto: Dok. Pribadi

Analis politik KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensat) menilai kemarahan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) terhadap kelompok relawan pendukung Presiden ke-7 Jokowi, Termul, merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, reaksi JK muncul di tengah tuduhan yang menyerangnya terkait polemik ijazah Jokowi.

"Nah, terkait kemudian JK marah terhadap tuduhan Termul dan mengatakan bahwa dalam proses menjadi Presiden, JK juga memiliki andil, menurut saya ya wajar saja karena tidak seharusnya persoalan ini kemudian menjadi membesar begitu ya," ujar Hensat, Minggu (19/4).

Minta Relawan Bersikap Proporsional

Hensat menekankan pentingnya sikap proporsional dari para relawan dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.Ia mengingatkan JK juga merupakan tokoh bangsa yang harus dihormati.

"Relawan atau Termul atau simpatisan menurut saya boleh saja memberikan pendapat, tapi tentu saja harus proporsional karena sama seperti Jokowi, JK juga tokoh bangsa," lanjutnya.

Hensat mendorong agar polemik yang berkembang diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog.

"Jadi menurut saya seharusnya satu, proses hukum terus dilakukan, dilaksanakan. Yang kedua, Termul atau relawan yang menyerang Pak JK bisa menggunakan teknologi paling canggih yang diwariskan oleh para pendiri bangsa yang namanya musyawarah," tandasnya.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla didampingi Hamid Awaluddin dan Husain Abdullah saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/04/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla didampingi Hamid Awaluddin dan Husain Abdullah saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/04/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sebelumnya JK meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Jokowi. Di tengah fitnah yang menyerangnya terkait polemik ijazah, JK mengingatkan kembali peran vitalnya dalam membawa Jokowi ke kancah politik nasional.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden," tegas JK secara lugas saat menggelar media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

Media files:
01jhq2h0sk54xgy7zajc7yt9x6.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar