Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar turnamen padel. Foto: Dok. Istimewa
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar Rosiade Padel Tournament guna mendorong masyarakat, khususnya keluarga agar rutin berolahraga. Ia menilai padel kini menjadi olahraga yang banyak diminati sebagai aktivitas bersama keluarga.
"Ya tujuannya ya memfasilitasi teman-teman yang ingin berolahraga padel. Karena olahraga padel ini kan sudah menjadi olahraga keluarga ya. Jadi ya, keluarga sering berkumpul," kata Andre saat membuka Rosiade Padel Turnament di Crown Padel, kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, (4/4).
"Kan banyak tuh, adiknya ikut tanding, kakaknya ikut tanding, suami-istri ikut tanding. Ini menjadi olahraga keluarga dan kita ingin membantu mensupport supaya olahraga keluarga ini bisa berjalan dengan baik," sambungnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar turnamen padel. Foto: Dok. Istimewa
Andre menyebut, turnamen ini merupakan yang pertama kali digelar. Seluruh peserta dapat mengikuti secara gratis, termasuk mendapatkan fasilitas makan serta hadiah yang telah disiapkan.
"Insya Allah turnamen ini kita laksanakan secara gratis. Di mana seluruh peserta mendaftar secara gratis, lalu mendapatkan sarapan pagi gratis, dan juga makan siang gratis, dengan hadiah yang sangat menarik," ujarnya.
Ia menambahkan, kategori yang dipertandingkan masih terbatas pada upper beginner dan beginner, dengan tiga nomor yakni men's, woman, dan mixed.
"Sehingga pemenang itu totalnya ada enam pasang kalau nggak salah, enam atau sembilan pasang. Nah, sembilan pasang, ya, sembilan dikali tiga ya, 18 pemenang, eh, 27 pemenang," ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, jika turnamen April berjalan sukses, pihaknya akan kembali menggelar ajang serupa pada Juli mendatang dengan kategori yang lebih luas, termasuk untuk anak-anak.
"Nanti Insyaallah bulan Juli kita akan adakan turnamen yang kedua, Rosiade Padel Tournament kedua, antar turnamen. Insya Allah nanti kalau sekarang hanya upper beginner dan beginner, (Juli) kita akan adakan Bronze dan juga U-12," tutup dia.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar turnamen padel. Foto: Dok. Istimewa
Pengamat film, Daniel Irawan, menanggapi mengenai kontroversi film Aku Harus Mati. Hal ini terkait billboard yang dipasang di beberapa daerah untuk mempromosikan film tersebut.
Billboard tersebut mengganggu kenyamanan warga. Para netizen meminta billboard film tersebut ditarik karena berbahaya apabila dilihat oleh anak-anak.
"Kita harus punya sensitivitas terhadap apa yang akan kita sampaikan ke masyarakat," kata Daniel kepada kumparan, Sabtu (4/4).
Hana Saraswati menghadiri gala premiere film Aku Harus Mati di Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan
Pihak Film Harus Bisa Baca Pasar Terkait Pemilihan Judul
Menurut Daniel, apabila menampilkan muka hantu secara close up dan dengan pose mengerikan, bisa membuat masyarakat resah.
Termasuk dalam pemilihan judul, menurut Daniel, pihak film harus bisa membaca pasar dan kebiasaan masyarakat.
Sementara itu, sang sutradara, Hestu Saputra, mengungkap alasan pemilihan judul film 'Aku Harus Mati'. Menurut Hestu, pemilihan judul dalam karya film harus mencerminkan esensi dari cerita yang disajikan kepada penonton. Ia menegaskan pentingnya keterkaitan antara judul dengan plot film.
"Judul itu kan representasi tentang isinya. Dari pilihan bahasa lugas ataupun dengan menggunakan metafor," ucap Hestu.
Billboard film Aku Harus Mati. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Hestu menyebut proses penentuan judul melalui pertimbangan yang cukup panjang hingga 15 judul, sebelum akhirnya diputuskan.
"Judul itu aku sampai 12 bikinnya. Kurang lebih 12 kalau enggak 15," ungkapnya.