Tim penyelamat mencari korban setelah bangunanruntuh di Ponpes Al-Khoziny,Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, Rabu (1/10/10/2025). Foto: Trisnadi/AP PHOTO
Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, diisukan memiliki tradisi hukuman ngecor bagi santri yang melanggar aturan. Hukuman ini berupa keterlibatan santri dalam pekerjaan konstruksi, termasuk pengecoran bangunan. Wali santri asal Pasuruan, Noer, menyebut keponakannya, Soegik, sedang ikut mengecor atap ponpes saat bangunan ambruk pada Senin (29/9). "Dia bagian ngecor. Iya, yang ngecor santri," kata Noer, Rabu (1/10). Bupati Sidoarjo, Subandi, mengakui tradisi tersebut sudah berlangsung lama dan dianggap sebagai bentuk gotong royong. Namun, ia menilai praktik itu perlu ditinjau ulang. "Rasa gotong royong tetap ada, cuma jangan sampai ada kegiatan yang begitu parah," ujarnya. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengaku tidak mengetahui adanya tradisi itu. Ia menegaskan pembangunan pesantren harus mengikuti standar yang berlaku. "Ke depan kita akan menciptakan kondisi supaya pembangunan pondok pesantren sesuai standar dan peraturan," katanya. 📸: Dok. AP, Antara/Umarul Faruq, kumparan/Farusma Okta, Instagram @/nasaruddin_umar. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus#ponpessidoarjo#news#videonews#ponpes#ponpesalkhoziny#runtuh#ponpesruntuh#basarnas#infosidoarjo#info#infoterkini#berita#beritaterkini#bicarafaktalewatberita#kumparan
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua korban yang terjepit di bawah reruntuhan bangunan ambruk Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Rabu (1/10). Satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat. Korban selamat bernama Syehlendra Haical R. A. (13), yang sebelumnya sempat diajak berinteraksi oleh tim penyelamat saat proses evakuasi. Saat ini, Haical tengah mendapat perawatan di IGD RSUD R. T. Notopuro Sidoarjo. Dari hasil pemeriksaan rontgen, Haical dipastikan tidak mengalami cedera serius, hanya lemas akibat dehidrasi dan tidak makan selama beberapa hari. Direktur Utama RSUD Notopuro, Atok Irawan, memastikan kondisi Haical stabil. "Tidak ada fraktur, tidak ada yang retak tulangnya. Hanya ada sedikit memar di kulit, selebihnya aman," ujarnya. Sementara itu, pencarian korban lain dari insiden ambruknya bangunan ponpes masih terus dilanjutkan oleh tim SAR. 📸: Dok. Istimewa. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus#ponpessidoarjo#news#vidol#ponpes#ponpesalkhoziny#runtuh#ponpesruntuh#basarnas#infosidoarjo#info#infoterkini#berita#beritaterkini#bicarafaktalewatberita#kumparan
Bangunan tiga lantai milik Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo ambruk pada Senin (29/9), menimpa para santri. Basarnas mengungkap penyebabnya diduga akibat kegagalan konstruksi. Kolom utama bangunan disebut hampir berbentuk U-shape, padahal standar kegagalan konstruksi seharusnya patah, bukan melengkung. Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Bencana Basarnas, Emi Freezer, menyebut fenomena ini mirip "pancake model", yakni bangunan runtuh bertumpuk ke bawah. Hingga Rabu (1/10), empat korban meninggal berhasil dievakuasi. Lebih dari 100 orang selamat meski banyak di antaranya terluka. Salah satu santri bahkan harus diamputasi lengan kirinya di lokasi karena tertimpa reruntuhan bangunan. 📸: Dok. Basarnas. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus#ponpessidoarjo#news#svl#ponpes#ponpesalkhoziny#runtuh#ponpesruntuh#basarnas#infosidoarjo#info#infoterkini#berita#beritaterkini#bicarafaktalewatberita#kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar