Hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak di darat wilayah Wapoga, Waropen, Papua pada kedalaman 16 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di darat," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike-slip)," tambah dia.
BMKG menjelaskan, getaran gempa dirasakan di Kota Nabire dengan skala intensitas IV-V MMI atau dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.
Getaran juga dirasakan di Enarotali dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," ucap Daryono.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan
Catat 1 Kali Gempa Susulan
BMKG mengatakan, hingga pukul 06.16 WIB, hasil monitoring menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 4,6.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Daryono.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar