KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak di Bandara Soetta. Foto: Abid Raihan/kumparan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengimbau anggota keluarga dari pasukan UNIFIL RI tak risau usai ada tiga prajurit gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan.
Menurutnya Maruli, prajurit seharusnya sudah tahu apa yang harus dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di daerah konflik.
"Ya, nggak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan," ucap Maruli di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4).
Maruli mengatakan, setiap tugas yang diemban prajurit pasti memiliki risikonya masing-masing.
"Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik," ucap Maruli.
Adapun ketiga prajurit yang gugur adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Sebelumnya, Kopda Farizal tewas pada Minggu (29/3) usai proyektil Israel meledak di dekat salah satu posisi kelompok tersebut di dekat Desa Adchit al-Qusayr di Lebanon Selatan.
Setelahnya, pada Senin (30/3), PBB mengkonfirmasi tewasnya Serka Ichwan dan Mayor Zulmi setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Insiden itu terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.
Kementerian Sosial melalui Sentra Meohai Kendari menindaklanjuti informasi 4 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Tanggal 1 hingga 3 April 2026. Foto: Kemensos RI
Kementerian Sosial melalui Sentra Meohai Kendari merespons kasus empat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada 1 hingga 3 April 2026. Kemensos memberikan pemenuhan hak bagi keempat ODGJ tersebut.
"Kemensos terus menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak-hak dasar bagi kelompok rentan salah satunya orang dengan gangguan jiwa, melalui kegiatan layanan bebas pasung," kata Kepala Sentra Meohai Kendari Muhamad Gunawan di Kendari, Sabtu (4/4/2026).
Sentra Meohai Kendari bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah melakukan penjangkauan langsung kepada empat ODGJ yang diduga dalam kondisi pengurungan atau pemasungan di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Mawasangka Tengah, Kecamatan Lakudo, dan Kecamatan Gu.
"Kegiatan ini bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga lainnya yang ada di wilayah jangkauan kerja Sentra Meohai," ujarnya.
Tim gabungan tersebut datang langsung ke lokasi, kemudian melakukan asesmen kondisi penerima manfaat, dan evakuasi pembebasan dari pasung didampingi oleh petugas dari Kepolisian dan TNI, untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan.
"Seluruh penerima manfaat segera dievakuasi untuk memperoleh penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di Kendari," katanya.
Kementerian Sosial melalui Sentra Meohai Kendari menindaklanjuti informasi 4 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Tanggal 1 hingga 3 April 2026. Foto: Kemensos RI
Sementara itu, Wakil Bupati Buton Tengah Muh Adam Basan yang hadir secara langsung dalam proses evakuasi, menyampaikan apresiasinya kepada Kemensos atas layanan respon kasus yang telah dilakukan.
"Terima kasih kepada Kementerian Sosial dan Sentra Meohai Kendari serta semua unsur yang terlibat, saya berharap kegiatan ini membawa hasil yang baik," kata Adam didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton Tengah Nurlia Husuni.
Kemensos dalam hal ini juga akan terus memperkuat kolaborasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam upaya perlindungan, rehabilitasi dan pemberdayaan sosial bagi masyarakat kelompok rentan khususnya 12 Penerima Atensi Sosial (12-PAS).