KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak di Bandara Soetta. Foto: Abid Raihan/kumparan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengimbau anggota keluarga dari pasukan UNIFIL RI tak risau usai ada tiga prajurit gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan.
Menurutnya Maruli, prajurit seharusnya sudah tahu apa yang harus dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di daerah konflik.
"Ya, nggak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan," ucap Maruli di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4).
Maruli mengatakan, setiap tugas yang diemban prajurit pasti memiliki risikonya masing-masing.
"Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik," ucap Maruli.
Adapun ketiga prajurit yang gugur adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Sebelumnya, Kopda Farizal tewas pada Minggu (29/3) usai proyektil Israel meledak di dekat salah satu posisi kelompok tersebut di dekat Desa Adchit al-Qusayr di Lebanon Selatan.
Setelahnya, pada Senin (30/3), PBB mengkonfirmasi tewasnya Serka Ichwan dan Mayor Zulmi setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Insiden itu terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar