Di Buenos Aires, Argentina, telah terjadi sebuah fenomena "Therian" di ruang-ruang publik seperti taman kota dan ruang terbuka hijau. Foto: REUTERS/Tomas CuestaTherian merupakan subkultur di mana para anggotanya merasa memiliki keterikatan spiritual atau psikologis dengan hewan tertentu. Mereka tidak mengeklaim sebagai hewan secara fisik, melainkan mengadopsi karakteristik, perilaku, atau simbol hewan sebagai bagian dari identitas diri. Foto: REUTERS/Tomas CuestaEkspresi tersebut dapat terlihat melalui gaya berpakaian, penggunaan aksesori seperti ekor atau telinga hewan, hingga cara bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan. Foto: REUTERS/Tomas CuestaKomunitas Therian banyak berkembang melalui platform daring, tempat para anggotanya berbagi pengalaman, cerita personal, serta dukungan satu sama lain. Foto: REUTERS/Tomas Cuesta
Di Buenos Aires, Argentina, telah terjadi sebuah fenomena "Therian" di ruang-ruang publik seperti taman kota dan ruang terbuka hijau.
Therian merupakan subkultur di mana para anggotanya merasa memiliki keterikatan spiritual atau psikologis dengan hewan tertentu. Mereka tidak mengeklaim sebagai hewan secara fisik, melainkan mengadopsi karakteristik, perilaku, atau simbol hewan sebagai bagian dari identitas diri.
Ekspresi tersebut dapat terlihat melalui gaya berpakaian, penggunaan aksesori seperti ekor atau telinga hewan, hingga cara bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan.
Komunitas Therian banyak berkembang melalui platform daring, tempat para anggotanya berbagi pengalaman, cerita personal, serta dukungan satu sama lain.
Seseorang melompati orang lain sambil berjalan dengan keempat anggota tubuhnya saat berkumpulnya para remaja yang mengidentifikasi diri sebagai "Therian," sebuah subkultur yang anggotanya mengadopsi karakteristik hewan, di Buenos Aires, Argentina. Foto: REUTERS/Tomas Cuesta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar