Search This Blog

MBS Tak Mau Wilayahnya Dipakai Serang Iran, Presiden Pezeshkian Beri Pujian

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
MBS Tak Mau Wilayahnya Dipakai Serang Iran, Presiden Pezeshkian Beri Pujian
Jan 29th 2026, 08:26 by kumparanNEWS

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS di Istana Mina menerima tamu negara asing yang melaksanakan haji, Kamis (29/6/2023). Foto: Dok. Ministry of Media KSA
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS di Istana Mina menerima tamu negara asing yang melaksanakan haji, Kamis (29/6/2023). Foto: Dok. Ministry of Media KSA

Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di tengah ancaman AS untuk melakukan aksi militer ke Iran.

Dalam percakapan itu, Pangeran MBS menegaskan kembali sikap Arab Saudi dalam menghormati kedaulatan Iran.

Pemimpin de facto Saudi itu juga menolak penggunaan wilayah udara maupun wilayah darat Saudi untuk tindakan militer apa pun yang menargetkan Iran, tanpa memandang sumber atau arah serangan tersebut.

Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian. Foto: AFP
Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian. Foto: AFP

Sikap itu disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dikutip dari Saudi Gazette bersumber dari Saudi Press Agency (SPA), Kamis (28/1).

Dalam pembicaraan tersebut, MBS menekankan dukungan Arab Saudi terhadap upaya penyelesaian perselisihan melalui dialog, dengan tujuan memperkuat keamanan dan stabilitas di seluruh kawasan.

Peta Iran dengan Qatar. Foto: (Peter Hermes Furian)/Shutterstock
Peta Iran dengan Qatar. Foto: (Peter Hermes Furian)/Shutterstock

Pezeshkian Puji Peran MBS

Pezeshkian kepada Putra Mahkota memberi update mengenai perkembangan terbaru di Iran, termasuk upaya pemerintahannya dalam menangani tantangan yang sedang dihadapi serta pembicaraan terbaru terkait berkas nuklir.

Presiden Iran menyampaikan apresiasinya atas sikap tegas Arab Saudi dalam menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Iran, serta memuji peran dan inisiatif Putra Mahkota yang bertujuan mendorong keamanan dan stabilitas kawasan.

UEA Juga Tak Izinkan

Sebelumnya, Kemlu Uni Emirat Arab (UEA) juga menegaskan menolak wilayah negaranya digunakan untuk melakukan aksi militer terhadap Iran, termasuk dalam penyiapan logistik.

UEA menekankan pentingnya mengedepankan dialog.

Kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat B-52H Stratofortress Angkatan Udara AS. Foto: Brian M. Wilbur/U.S. Navy via AP
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat B-52H Stratofortress Angkatan Udara AS. Foto: Brian M. Wilbur/U.S. Navy via AP

Ancaman Terbaru Trump

Semula, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan aksi militer jika Iran melakukan eksekusi massal pada demonstran antipemerintah.

Namun, ancaman itu kemudian melunak dan Trump mengatakan,"tak ada lagi eksekusi massal di Iran."

Beberapa hari kemudian, Trump berubah pikiran dan mengerahkan armada perangnya ke Timur Tengah.

Pada Rabu, 27 Januari, Trump memberikan ancaman terbaru pada Iran lewat akun media sosialnya. Dia mendesak Iran segera berunding soal program nuklir.

Berikut pernyataan Trump:

Rombongan armada besar sedang menuju Iran. Armada itu bergerak cepat, dengan kekuatan, semangat, dan tujuan yang besar. Ini adalah armada yang lebih besar, dipimpin oleh kapal induk besar Abraham Lincoln, dibandingkan armada yang pernah dikirim ke Venezuela. Seperti halnya Venezuela, armada ini siap, bertekad, dan mampu melaksanakan misinya dengan cepat, dengan kecepatan dan kekerasan jika diperlukan.

Semoga Iran segera "datang ke meja perundingan" dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan seimbang — TANPA SENJATA NUKLIR — kesepakatan yang baik bagi semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar soal urgensi!

Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUATLAH KESEPAKATAN! Mereka tidak melakukannya, dan terjadilah "Operasi Midnight Hammer", sebuah kehancuran besar terhadap Iran. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan biarkan itu terjadi lagi.

Operasi Midnight Hammer adalah serangan militer AS kepada situs-situs — yang diyakini Trump sebagai situs nuklir — pada Juni 2025.

Sementara itu, Iran menyatakan siap perang habis-habisan jika ada serangan terhadap negaranya.

Media files:
01h4568y94wxtdpey80e0xcsss.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar