Search This Blog

Stereotip ‘Perempuan Lebih Emosional’ Ternyata Nggak Didukung Sains

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Stereotip 'Perempuan Lebih Emosional' Ternyata Nggak Didukung Sains
Oct 24th 2025, 10:36 by kumparanWOMAN

Stereotip 'Perempuan Lebih Emosional' Ternyata Nggak Didukung Sains. Foto: AnemStyle/Shutterstock
Stereotip 'Perempuan Lebih Emosional' Ternyata Nggak Didukung Sains. Foto: AnemStyle/Shutterstock

Ladies, kamu pernah nggak dianggap "terlalu sensitif" hanya karena menunjukkan perasaanmu? Istilah seperti emosional, drama, atau baper sering kali otomatis ditujukan kepada perempuan, bahkan untuk reaksi yang sebenarnya sangat wajar.

Tapi lucunya, ketika laki-laki menunjukkan ekspresi yang sama, misalnya marah karena merasa tidak dihargai atau diam karena sedang sedih, itu justru dianggap tegas atau rasional. Bukan karena laki-laki yang salah ya, tapi karena masyarakat sudah lama terbiasa memberi label berbeda pada emosi yang sama.

Padahal, sains berkata lain. Sebuah studi tahun 2021 dari jurnal Scientific Reports memantau fluktuasi emosi 142 laki-laki dan perempuan. Hasilnya? Emosi keduanya naik-turun dengan tingkat yang hampir identik. Artinya, semua manusia punya emosi dan mengekspresikannya, bukan hanya perempuan.

Stereotip 'Perempuan Lebih Emosional' Ternyata Nggak Didukung Sains. Foto: shisu_ka/Shutterstock
Stereotip 'Perempuan Lebih Emosional' Ternyata Nggak Didukung Sains. Foto: shisu_ka/Shutterstock

Hal yang membuatnya terlihat berbeda bukan jumlah emosinya, tapi bagaimana emosinya diterima oleh lingkungan. Perempuan sering diajarkan untuk tidak terlihat "terlalu marah," sementara laki-laki sering ditekan untuk tidak terlihat "terlalu sedih." Akibatnya, perempuan mudah dicap dramatis hanya karena berkata jujur, dan laki-laki sering disuruh "kuat" padahal mereka pun butuh ruang untuk merasa.

Jadi, mulai sekarang, sudah saatnya kita berhenti meminta perempuan untuk "lebih tenang" dan berhenti meminta laki-laki untuk "lebih tahan banting." Karena keduanya sama-sama manusia dan manusia boleh merasa.

Stereotip 'Perempuan Lebih Emosional' Ternyata Nggak Didukung Sains. Foto: interstid/Shutterstock
Stereotip 'Perempuan Lebih Emosional' Ternyata Nggak Didukung Sains. Foto: interstid/Shutterstock

Emosi bukan bukti kelemahan, tapi tanda kamu hidup, peduli, dan punya hati. Menyadari emosi berarti kamu sadar akan kebutuhanmu. Mengungkapkan emosi berarti kamu berani jujur pada diri sendiri.

Jadi, kalau suatu hari ada yang bilang, "Kok kamu emosional banget sih?", kamu bisa jawab, "Ya, karena aku manusia. Kamu juga, kan?"

Media files:
01hk9pzgw10x3nqc11g5hg168z.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar