Search This Blog

Konten TikTok: Melihat Rumah Raya di Sukabumi, Diapit Kandang, Tak Punya Toilet

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Konten TikTok: Melihat Rumah Raya di Sukabumi, Diapit Kandang, Tak Punya Toilet
Aug 22nd 2025, 14:19 by Focus

Tampak depan rumah Raya di Desa Cianaga, Sukabumi, Rabu (20/8/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Tampak depan rumah Raya di Desa Cianaga, Sukabumi, Rabu (20/8/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
@kumparan

Rumah sederhana milik keluarga Raya (4 tahun), balita yang meninggal akibat cacingan akut, berdiri di Dusun Lemahduhur, Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi. Dari luar, rumah semi panggung itu tampak sepi, hanya menyisakan jejak sang bocah lewat mainan kecil yang tergeletak di halaman. Kehidupan keluarga ini diwarnai keterbatasan, namun juga menyimpan kisah gotong royong warga yang sempat membantu memperbaiki rumah tersebut. Untuk menuju rumah Raya, akses jalannya cukup sulit. Kendaraan hanya bisa diparkir di pinggir jalan, lalu perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki melewati jalan berbatu. Di sepanjang jalan, kandang-kandang domba berjajar dengan bau khas yang menyengat. Sebagian besar warga memang menggantungkan hidup dari beternak domba, sementara di sekitar rumah Raya sendiri berdiri kandang ayam sederhana, tempat di mana hewan-hewan itu bebas hilir-mudik hingga ke bawah rumah. Dari lingkungan seperti inilah Raya diduga terpapar larva cacing gelang ketika bermain. Kondisi rumah semakin menegaskan keterbatasan keluarga Raya. Lantainya dari papan kayu dengan dua kamar kecil, dapurnya masih memakai kayu bakar, dan mereka tidak memiliki kamar mandi sehingga sehari-hari Raya mandi di empang dekat rumah. Meski Raya telah tiada, jejaknya masih terasa kuat, sandal kecil di depan pintu dan mainan yang tak lagi tersentuh menjadi saksi bisu kehidupan yang terhenti terlalu cepat. 📸: Dok. kumparan/Rayyan Farhansyah Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/ WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #cacingansukabumi #news #kumreportase #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan

Bupati Sukabumi Asep Japar, di akun Instagram-nya, mengunggah video yang memperlihatkan nenek Raya, balita yang meninggal karena cacing yang memenuhi tubuhnya. Dalam video itu, dia juga mengatakan sudah menemui Kades Cianaga untuk membahas Raya. Menurut penjelasan kades, kedua orang tua Raya punya keterbatasan. Dia juga mengungkapkan bahwa keluarga Raya masih punya hubungan keluarga dengan Kades Cianaga. Kades Cianaga pun klaim keluarga Raya kerap dapat bantuan. "Tadi ada katanya 'pemerintah diam'. Itu sangat jauh, karena saya sendiri yang melaksanakannya," kata dia. Sementara menurut Mak Encoy, nenek buyut Raya, cicitnya itu kerap dibawa ke posyandu untuk diperiksa kesehatannya. Keluarga Raya juga dapat bantuan. "Sering, suka dikasih biskuit sampai 3 dus. Susu 2 kilo. Telur, bahkan ortunya ikut makan," katanya. 📸: Dok. Instagram @/asep.japar_asjap. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #cacingansukabumi #news #vidol #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan

Raya (4), bocah asal Kampung Padangenyang, Sukabumi, meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang (ascaris). Ia sempat dirawat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi sejak 13 Juli 2025, dibawa oleh keluarga bersama tim Rumah Teduh dalam kondisi sudah tidak sadar. Menurut pihak rumah sakit, Raya tak sadarkan diri sejak 12 Juli dengan gejala demam, batuk, dan pilek. Dokter menduga kondisinya akibat meningitis TB yang diperparah infeksi cacing. Selama perawatan di PICU, cacing berukuran besar keluar dari hidung dan fesesnya. Dokter menyebut cacing yang menginfeksi tubuh Raya sudah menyebar hingga paru-paru dan otak. Hal ini terjadi karena telur cacing gelang masuk lewat makanan atau tangan yang terkontaminasi tanah di bawah rumah panggung tempat tinggalnya. Raya dirawat selama sembilan hari sebelum meninggal pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB. 📸: Dok. Instagram @/rumah_teduh_sahabat_iin. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #cacingansukabumi #news #videonews #kesehatan #sukabumi #dedimulyadi #jawabarat #jabar #infosukabumi #raya #gubernurjabar #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan

Raya (4), bocah di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing. Ia adalah anak dari Udin (32) dan Endah (38) yang disebut Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, sebagai ODGJ sehingga keluarganya tidak tercatat dalam administrasi kependudukan dan terkendala mengurus BPJS. Wardi menjelaskan, KK keluarga tersebut baru terbit pada Selasa siang (22/7), namun Raya meninggal pada malam harinya. Sebelum wafat, pegiat sosial Iin menemukan ratusan cacing hidup keluar dari hidung, anus, hingga organ vital Raya, bahkan hasil CT Scan menunjukkan cacing dan telurnya sudah sampai di otak. Iin juga menanggung biaya perawatan Rp 23 juta karena tidak ada bantuan dari dinas sosial maupun badan zakat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunda bantuan untuk Desa Cianaga sebagai sanksi atas lalainya perangkat desa hingga kasus Raya terjadi. "Saya tunda bantuan desanya karena desanya tidak mampu mengurus warganya," ujar Dedi dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar, Senin (19/8). Dedi menilai perangkat desa gagal membangun empati dan mengingatkan fungsi PKK, posyandu, hingga bidan tidak berjalan. Ia juga mengirim tim untuk merawat seluruh keluarga Raya yang diketahui mengidap TBC. "Ini perhatian bagi kita semua, seluruh aparat pemerintahan untuk senantiasa kroscek apa yang terjadi di lingkungan. Jangan abai," tegasnya. 📸: Dok. Instagram @/rumah_teduh_sahabat_iin, kumparan/Argya. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #cacingansukabumi #news #videonews #kesehatan #sukabumi #dedimulyadi #jawabarat #jabar #infosukabumi #raya #gubernurjabar #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ suara asli - kumparan - kumparan
@kumparan

Raya, seorang balita perempuan di Sukabumi, Jabar, meninggal dunia akibat cacingan akut. Kondisinya sangat memprihatinkan, dipenuhi cacing hidup hingga total 1 kg berhasil dikeluarkan dari tubuhnya. Anak ini ditemukan tak sadarkan diri di rumah panggung yang di bawahnya terdapat kandang ayam, tempat ia biasa bermain.⁠ ⁠ Ayahnya sakit-sakitan dan ibunya ODGJ, sehingga saat ditanya mengapa tak dibawa ke RS, sang ibu hanya menjawab tak punya uang. Tim pegiat sosial, Iin, lalu membawa balita itu ke RS dan berupaya mencari bantuan ke dinas-dinas pemda, namun hanya dioper-oper meski sudah menunjukkan video cacing yang masih hidup.⁠ ⁠ Balita itu akhirnya berpulang pada 22 Juli 2025. Gubernur Jabar Dedi Mulyani menyampaikan rasa kecewa sekaligus permintaan maaf. Ia mengatakan anak tersebut diduga terkontaminasi penyakit dari lingkungan rumah yang tak layak, serta membuka kemungkinan memberikan sanksi kepada pihak desa hingga petugas yang abai.⁠ 📸: Dok. Instagram @/rumah_teduh_sahabat_iin, Instagram @/dedimulyadi71. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. ⁠ #focus #cacingansukabumi #news #svl #kesehatan #sukabumi #dedimulyadi #jawabarat #jabar #infosukabumi #raya #gubernurjabar #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan

Media files:
01k3320z49gqdds7b2a12wht1w.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts