Search This Blog

Australia Nyerah pada Trump, Setuju Impor Daging Sapi AS Usai 20 Tahun Menolak

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Australia Nyerah pada Trump, Setuju Impor Daging Sapi AS Usai 20 Tahun Menolak
Jul 25th 2025, 08:07 by kumparanBISNIS

Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan saat berbicara dalam jamuan makan malam bersama Senator Republik, di Ruang Makan Negara di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Jumat (18/7/2025). Foto: Annabelle Gordon/REUTERS
Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan saat berbicara dalam jamuan makan malam bersama Senator Republik, di Ruang Makan Negara di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Jumat (18/7/2025). Foto: Annabelle Gordon/REUTERS

Australia tak luput dari tekanan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintahan Anthony Albanese akhirnya sepakat membuka keran impor daging sapi segar dan beku dari AS.

Pertanyaan itu disampaikan langsung Trump di akun Truth Social miliknya. Dia menyebut selama ini AS dan Australia memang sahabat dekat, tapi Negara Kangguru itu melarang daging sapi AS masuk selama 20 tahun.

"Tapi sekarang, kita akan menjual dalam jumlah besar ke Australia karena ini adalah bukti yang tak terbantahkan bahwa daging sapi Amerika adalah yang paling aman dan terbaik di seluruh dunia" kata Trump, Jumat (25/7).

Trump juga mengancam negara-negara lain yang masih menolak daging sapi AS. Dengan percaya diri, dia mengatakan semua peternak AS harus kerja keras karena pesanan daging sapi ke luar negeri akan banyak yang menjadi kemenangannya dalam perang dagang saat ini.

"Mari kita lanjutkan tren kemenangan ini. INI ADALAH ERA KEEMASAN AMERIKA!" katanya.

Menolak Selama 20 Tahun

Surat pernyataan AS bahwa Australia sepakat buka impor daging sapi. Foto: https://truthsocial.com/@realDonaldTrump
Surat pernyataan AS bahwa Australia sepakat buka impor daging sapi. Foto: https://truthsocial.com/@realDonaldTrump

Trump juga merilis surat soal kesepakatan ini secara resmi kepada publik yang berisi pernyataan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dan Menteri Pertanian AS Brooke Rollins bahwa Pemerintah Australia baru saja sepakat membuka pasar daging segar dan beku asal AS.

Greer mengatakan pengumuman ini menjadi momen penting dalam hubungan dagang AS-Australia dan merupakan kemenangan bersejarah bagi para peternak AS.

"Selama bertahun-tahun Australia memberlakukan hambatan tidak berdasar terhadap daging sapi AS, yang secara efektif menutup akses pasar bagi AS," kata Greer.

Gambar ini menunjukkan daging sapi impor Australia yang dijual di supermarket. Foto: AFP PHOTO / Sam Yeh
Gambar ini menunjukkan daging sapi impor Australia yang dijual di supermarket. Foto: AFP PHOTO / Sam Yeh

Keputusan Australia kemarin, kata dia, menandai tonggak penting dalam menurunkan hambatan perdagangan dan membuka akses pasar bagi petani dan peternak AS.

Tahun ini menandai peringatan 20 tahun Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Australia (AUSFTA), yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Selama 20 tahun terakhir, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) dan Departemen Pertanian AS, katanya, telah berjuang keras untuk memastikan peternak AS dapat merasakan manfaat dari negosiasi akses pasar daging sapi yang dipimpin oleh USTR.

"USTR akan terus bekerja sama dengan mitra dagang Amerika untuk menghancurkan praktik perdagangan yang tidak adil dan memastikan bahwa rakyat Amerika tidak dikucilkan dari pasar-pasar utama," katanya.

Sementara Rollins mengeklaim petani dan peternak Amerika menghasilkan daging sapi yang paling aman dan paling sehat di dunia. "Jadi erupakan hal yang tidak masuk akal bahwa hambatan perdagangan non-ilmiah telah mencegah daging sapi kami dijual kepada konsumen di Australia selama 20 tahun terakhir," ujar Rollins.

Media files:
01k0krmp7g69heydk7kx8h2aje.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar