Search This Blog

Kemenko Perekonomian Pantau Ketat Dampak Eskalasi Konflik Iran-Israel ke RI

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemenko Perekonomian Pantau Ketat Dampak Eskalasi Konflik Iran-Israel ke RI
Jun 24th 2025, 12:57 by kumparanBISNIS

Petugas penyelamat dan petugas keamanan bekerja di lokasi yang terkena dampak setelah serangan rudal dari Iran, di tengah konflik Iran-Israel di Tel Aviv, Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Tomer Appelbaum/REUTERS
Petugas penyelamat dan petugas keamanan bekerja di lokasi yang terkena dampak setelah serangan rudal dari Iran, di tengah konflik Iran-Israel di Tel Aviv, Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Tomer Appelbaum/REUTERS

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memantau eskalasi perang Iran dan Israel di Timur Tengah yang meluas hingga melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Qatar.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan pemerintah masih terus memonitor perkembangan konflik di Timur Tengah yang saat kini masih memanas.

Dampak yang diantisipasi, kata Haryo, salah satunya pergerakan harga minyak mentah yang otomatis akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meskipun saat ini harganya masih di bawah asumsi makro 2025.

Pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah Brent berjangka turun USD 2,69 atau 3,76 persen menjadi USD 68,79 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot USD 2,7 atau 3,94 persen menjadi USD 65,46 per barel.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, saat ditemui di SDN Petojo Selatan 06 Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, saat ditemui di SDN Petojo Selatan 06 Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Adapun dalam asumsi makro APBN 2025, pemerintah menetapkan acuan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) tahun ini sebesar USD 82 per barel.

"Ya kita monitor perkembangannya. Tapi kan harga minyak juga belum sampai batas yang itu kan (asumsi makro). Jadi masih memantau dulu," ujarnya kepada awak media di SDN Petojo Selatan 06 Jakarta Pusat, Selasa (24/6).

Oleh karena itu, Haryo menyebutkan pemerintah belum melihat disrupsi di perekonomian Indonesia akibat perang di Timur Tengah, apalagi sudah ada kabar gencatan senjata dan belum ada keputusan Iran menutup Selat Hormuz yang akan mengganggu pasokan minyak mentah global.

"Situasi globalnya dinamis sekali. Jadi ya kita memantau saja. Kan saat ini (Selat Hormuz) belum (ditutup). Ya itu termasuk yang kita monitor. Tapi tentu kita monitor dengan ketat ya pergerakan-pergerakan itu," tegas Haryo.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Iran sepakat untuk gencatan senjata. Trump juga mengeklaim kedua pihak sepakat untuk mengakhiri perang secara total.

Dilansir Aljazeera, Selasa (24/6), Trump mengumumkan hal itu lewat akun medsosnya di Truth Social. Ia mengatakan, gencatan senjata berlaku setelah Iran dan Israel menyelesaikan misi akhir mereka, tak dijelaskan misi apa yang dimaksud. Belum ada komentar resmi dari Iran dan Israel terkait gencatan senjata ini.

Pernyataan Trump ini muncul setelah Iran menyasar pangkalan militer AS di Qatar. Serangan merupakan balasan setelah AS campur tangan membantu Israel dengan memborbardir 3 situs nuklir Iran. Iran menegaskan sasarannya bukan negara sahabat Qatar, melainkan fasilitas AS.

Media files:
01jyb6mhw0qf1gem14wqay8vmb.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar