Search This Blog

Cak Imin soal Worldcoin Dibekukan: Komdigi Sudah Bertindak, Kita Tunggu Saja

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cak Imin soal Worldcoin Dibekukan: Komdigi Sudah Bertindak, Kita Tunggu Saja
May 5th 2025, 15:42, by Fadjar Hadi, kumparanNEWS

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/1/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/1/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), merespons ramainya isu Worldcoin dan World ID. Dua aplikasi ini menawarkan sejumlah uang dengan menukarkan data iris mata pengguna.

Cak Imin mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sudah mengambil langkah tegas terhadap aplikasi tersebut.

"Ya, Kemenko Komunikasi dan digital, Komdigi, sudah menghentikan semua itu dan kita tunggu saja," kata Cak Imin di Bogor, Senin (5/5).

Penampakan aplikasi World. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Penampakan aplikasi World. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Worldcoin dan World ID menjadi perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia, terkait dengan aspek privasi dan keamanan data biometrik warga.

Worldcoin sendiri adalah proyek kripto yang digagas oleh salah satu petinggi Open AI Sam Altman. Mereka gencar berekspansi ke negara-negara berkembang sejak resmi diluncurkan pada Juli 2023.

Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Worldcoin dan WorldID pada Minggu (4/5).

Penampakan aplikasi World. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Penampakan aplikasi World. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Sebab, ada pengakuan dari warga Bekasi yang mengaku menerima Rp 800 ribu, setelah iris matanya dipindai oleh sebuah alat milik Worldcoin, bernama Orb.

Orb menyerupai bola perak berukuran seperti bola. Alat ini digunakan untuk memindai iris mata pengguna sebagai pengganti bukti bahwa mereka manusia, bukan bot kecerdasan buatan (AI).

Dari hasil pemindaian, pengguna mendapat "paspor digital" bernama WorldID dan mata uang kripto Worldcoin (WLD). Imbalannya mencapai USD 40 atau Rp 657 ribu per pengguna.

Media files:
01jtfgjte4790wqjn4j3vb9sxk.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar