Mar 11th 2025, 13:23, by Reza Aditya Ramadhan, kumparanNEWS
Petugas merapihkan barang bukti Minyakita usai konferensi pers terkait produk minyak goreng Minyakita isi tidak sesuai kemasan di Lobby Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/3/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Kasus pelanggaran produksi MinyaKita yang terungkap di Depok tak hanya soal ketidaksesuaian takaran. Dirtipideksus Bareskrim Polri juga menemukan fakta bahwa pabrik tersebut memproduksi minyak dengan berbagai merek selain MinyaKita.
"Tersangka mengaku ditunjuk sebagai kepala cabang oleh PT MSI dan PT ARN dengan tugas mengemas dan menjual minyak goreng kemasan berbagai macam merek, yang salah satunya adalah MinyaKita," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Polri Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/3).
Meski tak merinci merek lain yang dimaksud, Helfi menegaskan bahwa izin penggunaan merek MinyaKita sudah sesuai ketentuan dari Dirjen Perdagangan.
"Untuk merk setelah ini nanti kita sampaikan rinciannya, nanti ada di data kita, kita belum masukan di file ini," ujarnya
"Penggunaan merek MinyaKita tersebut berdasarkan surat persetujuan penggunaan merek dari Dirjen Perdagangan dengan nama perusahaan PT ARN dan PT MSI," tambahnya.
Namun dalam praktiknya, pabrik ini diduga mengemas berbagai merek minyak dengan takaran yang tak sesuai label. Dari hasil penyelidikan, minyak yang seharusnya berisi 1 liter hanya terisi 700 hingga 800 mililiter.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menetapkan pemilik pabrik dengan Insial (AWI) sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan produksi minyak goreng merek MinyaKita.
Terkait kasus ini, AWI dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Pangan, Undang-Undang Perindustrian, hingga KUHP.
Berdasarkan pemeriksaan, bahan baku minyak didapatkan dari PT ISJ melalui seorang trader berinisial D di Bekasi dengan harga Rp18.100 per kilo.
Sedangkan kemasan botol dan pouch diperoleh dari PT MGS di Bekasi. dengan harga Rp930 per botol dan Rp680 per pouch. Dengan produksi mencapai 400-800 karton per hari dalam berbagai bentuk kemasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar