Mar 9th 2025, 14:39, by Syawal Darisman, kumparanNEWS
Sampah sisa banjir masih menumpuk di pemukiman warga Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (9/3/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanWarga mulai mengumpulkan sampah sejak Kamis (6/3) setelah air banjir benar-benar surut dan setelah membersihkan rumah masing-masing. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanSebagian warga ada yang mengeluhkan karena belum ada petugas dari pemerintah yang datang untuk mengangkut sampah tersebut, sehingga tumpukan limbah semakin menggunung di beberapa titik permukiman. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanSementara di titik lain petugas sudah ada yang membawa sampah-sampah tersebut. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanWarga juga meminta petugas Damkar untuk menyemprot gang yang lumpurnya sudah mengering sehingga menimbulkan debu-debu yang dapat mendatangkan penyakit. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanKetua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Cililitan, TB Rudy Supriatna, menjelaskan bahwa sampah-sampah itu sudah dikoordinasikan untuk diangkut oleh petugas. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanMenurutnya, keterlambatan ini terjadi karena luasnya wilayah terdampak dan banyaknya sampah yang harus ditangani, sementara jumlah petugas terbatas. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan"Hanya menunggu giliran," kata Rudy, bahwa sampah akan segera diangkut meski belum bisa dipastikan kapan waktunya. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sampah sisa banjir masih menumpuk di pemukiman warga Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (9/3/2025).
Warga mulai mengumpulkan sampah sejak Kamis (6/3) setelah air banjir benar-benar surut dan setelah membersihkan rumah masing-masing.
Sebagian warga ada yang mengeluhkan karena belum ada petugas dari pemerintah yang datang untuk mengangkut sampah tersebut, sehingga tumpukan limbah semakin menggunung di beberapa titik permukiman.
Sementara di titik lain petugas sudah ada yang membawa sampah-sampah tersebut.
Warga juga meminta petugas Damkar untuk menyemprot gang yang lumpurnya sudah mengering sehingga menimbulkan debu-debu yang dapat mendatangkan penyakit.
Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Cililitan, TB Rudy Supriatna, menjelaskan bahwa sampah-sampah itu sudah dikoordinasikan untuk diangkut oleh petugas.
Menurutnya, keterlambatan ini terjadi karena luasnya wilayah terdampak dan banyaknya sampah yang harus ditangani, sementara jumlah petugas terbatas.
"Hanya menunggu giliran," kata Rudy, bahwa sampah akan segera diangkut meski belum bisa dipastikan kapan waktunya.
Sampah sisa banjir masih menumpuk di pemukiman warga Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (9/3/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar