Nov 25th 2024, 17:46, by Salmah Muslimah, kumparanNEWS
Ilustrasi Mayat. Foto: leolintang/Shutterstock
Seorang siswa SMK N 4 Kota Semarang, Jawa Tengah, berinisial GRO (17 tahun) dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak. Diduga ia ditembak oknum polisi pada Sabtu pukul 23.30 WIB (23/11).
Informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia pada Minggu (24/11). Siswa anggota Paskibra itu sebelumnya sempat dirawat beberapa jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr Kariadi Semarang.
Tak hanya GRO, diduga ada anak lain yang juga terluka.
Pantauan kumparan di rumah duka atau rumah nenek-kakek korban di daerah Manyaran, Semarang Barat, terlihat ada papan lelayu dan kursi-kursi hijau untuk para pelayat. Namun jenazah korban dimakamkan di Kabupaten Sragen.
Salah satu kerabat korban, Umi membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan, korban meninggal dengan luka tembak. Jenazahnya dijemput oleh pihak keluarga di RS Kariadi pada Minggu (24/11) siang kemarin.
"Betul (karena luka tembak). Tahu-tahu meninggal, saya bingung sendiri. Tepatnya jam 12.30 WIB saya mau pengajian, budenya yang telepon, tapi sudah dari Polrestabes beritanya, kurang jelas itu," ujar Umi saat dihubungi wartawan, Senin (25/11).
Umi mengaku, pihak keluarga belum mendapat informasi lebih lanjut terkait penyebab meninggalnya korban.
"Tolong dibantu. Ini masih berduka, dari keluarga belum tahu pastinya seperti apa. Ke rumah dibawa keluarga, kita jemput di RS Kariadi," ungkap Umi.
Korban dikenal baik di sekolah
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMKN 4 Agus Riswantini, menyebut korban merupakan anak yang baik dan seorang anggota Paskibra yang baru saja menang lomba pasukan baris-berbaris di Akpol. Ia juga membantah korban merupakan siswa yang suka tawuran.
"Anaknya baik, mereka orang terpilih, mereka ikut ekstra yang kita tahu Paskibra itu anak-anak pilihan. Makanya kita belum dapat informasi yang jelas. Kita belum berani menyampaikan penyebab sampai tertembak. Di WA banyak sekali macam-macam (kalau) korban, tawuran dan lain-lain, versi kami mereka anak baik," ungkap Agus.
Sementara itu, staf kesiswaan SMKN 04 Nanang Agus menambahkan, ada 3 muridnya yang menjadi korban penembakan. Salah satunya GRO yang meninggal dunia.
"Iya menang anggota paskibra. Tiga siswa, satu MD, dua selamat. Masih di rumah sakit belum bisa dikunjungi mentalnya belum siap. Kami belum bisa menemui dua anak selamat. Pihak keluarga belum mengizinkan siapa pun," sebut Nanang.
Saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio tak menampik GRO tewas diduga ditembak oknum polisi di Kota Semarang.
"Betul. Untuk kejadiannya ke Polrestabes," kata Dwi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar