Search This Blog

Jawa Tengah Terima 71.671 Ton Bansos Beras dari Jokowi, Terbesar Kedua Nasional

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jawa Tengah Terima 71.671 Ton Bansos Beras dari Jokowi, Terbesar Kedua Nasional
Mar 4th 2024, 11:49, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS

Presiden Jokowi (kemeja merah marun) mengunjungi serta membagikan bansos kepada para pedagang di Pasar Pinasungkulan, Kota Manado, Kamis (19/1/2023). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi (kemeja merah marun) mengunjungi serta membagikan bansos kepada para pedagang di Pasar Pinasungkulan, Kota Manado, Kamis (19/1/2023). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Provinsi Jawa Tengah sampai tahun 2024, hingga awal Maret ini, menjadi provinsi dengan dengan realisasi penerimaan bantuan sosial (bansos) beras terbesar kedua setelah Jawa Barat. Jawa Tengah menyerap 71.671 ton beras Bansos.

Bansos beras ini diberikan sejak 2023 dan Presiden Jokowi memutuskan untuk melanjutkannya di tahun 2024 ini.

Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengatakan pihaknya terus memperkuat stok beras untuk kebutuhan bansos beras yang akan terus disalurkan. Terdekat pihaknya akan fokus untuk merampungkan penyaluran bansos beras di bulan Maret-April ini.

"Kami laporkan, saat ini tinggal 8 kabupaten/kota lagi yang proses verifikasi dan validasinya belum selesai dan memang ini daerah yang sulit, kepulauan atau sulit dijangkau. Ada beberapa masalah teknis tapi secara keseluruhan kita telah menyalurkan 360 ribu ton (357.939 ton) total bantuan pangan," kata Bayu dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri, di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Senin (4/3).

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Direktur Utama Perum BULOG Bayu Krisnamurthi (kanan) meninjau persedian beras. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Direktur Utama Perum BULOG Bayu Krisnamurthi (kanan) meninjau persedian beras. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Dalam paparannya, realisasi bansos beras tahap I 2024 sampai tanggal 2 Maret 2024 ini sebesar 357.939 ton, atau 54 persen dari total alokasi sebesar 660.122 ton.

Setidaknya di tahu 2024 ini Jawa Barat menjadi wilayah dengan penerimaan tertinggi, dengan angka 82.545 ton. Disusul peringkat tertinggi di bawahnya adalah Jawa Tengah dengan angka 71.671 ton, Jawa Timur 48.402 ton, Lampung 16.629 ton, Sumatera Utara 14.427 ton, dan Sulawesi Selatan 14.230 ton.

Pagu alokasi penerima bansos beras Januari-Maret 2024 ini Jawa Tengah juga ada di peringkat dua, dengan angka 107.496 ton, dan sudah terealisasi 66,67 persen. Alokasi terbesar adalah Jawa Barat dengan total 133.368 ton, tapi realisasinya di bawah Jawa Tengah, yaitu 61,89 persen. Alokasi terbesar ketiga adalah Jawa Timur, sebesar 103.161 ton, tapi realisasinya hanya 46,92 persen.

Padahal, Jawa Tengah termasuk provinsi yang menjadi lumbung padi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional pada Maret 2024 ini mencapai 3,54 juta ton, dan bulan April sebesar 4,92 juta ton. Potensi produksi 3,54 juta ton beras pada Maret 2024 disumbang oleh 10 Provinsi yang produksinya mencapai 86,91 persen dari produksi nasional. Salah satu Provinsi yang paling berkontribusi adalah Jawa Tengah.

Pada produksi beras Maret 2024, BPS memperkirakan dari Jawa Timur akan menyumbang 840 ribu ton, Jawa Tengah 819 ribu ton, dan Jawa Barat sebesar 358 ribu ton. Potensi produksi beras di 3 provinsi itu mencakup 57 persen dari total potensi produksi pada Maret 2024.

Jokowi bagi-bagi bansos di Kepulauan Aru, Maluku, 15 September 2022. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi bagi-bagi bansos di Kepulauan Aru, Maluku, 15 September 2022. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Proyeksi produksi beras nasional meningkat pada April 2024, sebesar 4,92 juta ton. Proyeksi produksi terbesar adalah di Jawa Timur yang diproyeksikan menyumbang produksi 1,07 juta ton, Jawa Tengah 893 ribu ton, dan Jawa Barat 734 ribu ton. Potensi beras tersebut di 3 provinsi mencakup sekitar 55 persen dari total potensi produksi beras di April 2024.

Sebelumnya penyaluran bansos beras oleh Jokowi di tahun politik ini menuai banyak kritik lantaran berpotensi dipolitisasi. Maka, untuk meredamnya bansos beras sempat disetop sementara dan sekarang sudah mulai disalurkan lagi.

Media files:
01hpra6nc39cmefn8jfm5d9q8t.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar