Oct 26th 2023, 17:49, by Fadjar Hadi, kumparanNEWS
Wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka usai mengunjungi DPP PDIP, di Jakarta, Senin (22/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
PDIP sudah mengambil sikap terhadap Gibran Rakabuming Raka. Gibran yang telah resmi menjadi cawapres Prabowo Subianto dianggap tidak tegak lurus dengan instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ketua Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun mengatakan, setelah resmi jadi cawapres, keanggotaan Gibran di PDIP berakhir.
"Secara de facto, keanggotaan Gibran di PDI Perjuangan telah berakhir setelah pendaftarannya secara resmi menjadi Cawapres dari KIM. Jadi, teman-teman wartawan santai saja. Tidak perlu heboh," kata Komarudin dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (26/10).
Pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (26/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Bung Komar -sapaan akrab Komarudin- menuturkan, PDIP sudah lama menduga Gibran bermanuver. Ia membeberkan catatan mengenai manuver Gibran.
"Untuk diketahui, kita coba flash back ya. Pada 21 April 2023, PDI Perjuangan mencalonkan bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo," jelas Komar.
"Saat itu Ibu Mega menyatakan tidak ada yang boleh melakukan dansa politik. Semua wajib bergerak serentak turun ke bawah untuk memenangkan Pemilu 2024, baik Pemilu Presiden dengan Pak Ganjar sebagai calon presiden maupun Pemilu Legislatif," jelas dia.
Prabowo Subianto makan malam bersama Gibran Rakabuming di Omah Semar, Solo. Foto: Dok. Istimewa
Anggota DPR RI dapil Papua ini menjelaskan, Gibran bertemu Prabowo di Solo pada 19 Mei 2023.
"Disinyalir pertemuan tersebut bukan sebatas antara Wali Kota Surakarta dan Menteri Pertahanan. Atas hal itu, DPP PDI Perjuangan melakukan klarifikasi dengan mengundang Gibran ke Jakarta pada 22 Mei 2023," ucap dia.
Komar menuturkan, sebagai kader junior, pihaknya tidak menjatuhkan sanksi kepada Gibran. Kala itu PDIP hanya memberikan nasihat agar patuh pada aturan partai.
"Saat itu Gibran menyampaikan terima kasih atas nasihatnya dan sebagai kader muda berjanji akan tetap tegak lurus sesuai arahan ibu Ketua Umum," tegas Komar.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) mengangkat tangan bersama sejumlah pimpinan partai saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/10/2023). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto
Oleh sebab itu, karena Gibran tidak lagi tegak lurus dengan instruksi partai, maka secara otomatis ia tidak lagi di PDI Perjuangan.
"Tapi ingat, keluar satu kader, ada banyak kader-kader partai baru yang potensial bergabung dengan Partai dan TPN Ganjar-Mahfud," kata Komar.
"Pada akhirnya, melalui kejadian ini publik akan tahu, mengenal, menilai dan memutuskan tentang sosok, akhlak, karakter, dan perilaku calon pemimpin bangsa Indonesia ke depan. Kalau mau dibandingkan sesama calon wapres, siapa yang meragukan Prof. Mahfud MD dengan latar belakang pendidikan, integritas, pengalaman, dan karakter-nya. Jadi tenang dan optimis saja. Terus kerja dan turun ke bawah," tutup dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar