Oct 12th 2023, 09:28, by Dina Mariana, Hi Pontianak
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menjelaskan tentang normalisasi 3 danau untuk meminimalisir dampak banjir di Kota Putussibau. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak
Hi!Kapuas Hulu - Dalam kunjungan kerja reses ke Kapuas Hulu, Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau normalisasi 3 danau di Kecamatan Putussibau Selatan, Rabu, 11 Oktober 2023.
Normalisasi tiga danau tersebut diharapkan meminimalisir dampak banjir di Kota Putussibau. Adapun danau yang dinormalisasi, di antaranya Danau Jaras, Danau Sinau, dan Danau Selanyut.
"Kita sedang melakukan normalisasi 3 danau. Tadinya luas danau sekitar 3 hektare. Setelah dinormalisasi menjadi 56 hektare meskipun belum maksimal dengan daya tampung sekitar 1,8 juta meter kubik. Ini cukup lumayan untuk bisa mengurangi banjir di Kota Putussibau," kata Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, usai meninjau Danau Jaras.
Ia mengatakan, normalisasi danau dilakukan karena Kota Putussibau hampir setiap tahun menjadi daerah langganan banjir. Di mana rumah-rumah di sempadan sungai sudah menjadi langganan banjir.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus meninjau danau yang sedang dinormalisasi di Desa Jaras. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak
"Sekarang kita bangun ini supaya daya tampungnya lebih banyak dan air yang meluap di Kapuas Hulu cepat masuk ke danau. Sehingga mengurangi dampak banjir di ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu," ucapnya.
Normalisasi danau merupakan Operasi Pemeliharaan yang merupakan swakelola Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Sungai Kalimantan 1 di Kalimantan Barat.
"Jadi pekerjaannya tidak kontraktual, memang kita anjurkan supaya swakelola. Karena mengukur pekerjaan ini tidak mudah. Ini pekerjaan yang sangat rumit, kalau secara kasat mata bisa beda dengan fisik di lapangan. Oleh karena itu efektif menggunakan pola swakelola," jelasnya.
Danau ini selain untuk menaikkan daya tampung air, juga mengamankan aset-aset negara. "Dulunya ini kan tanah-tanah bekas Sungai Kapuas, istilah di PU menyebutnya daerah tapal kuda. Kalau nanti danaunya tertimbun dan digarap masyarakat, kita mau melakukan normalisasi kan sulit," ujarnya.
Dikatakan Lasarus, pelaksanaan normalisasi danau bisa dikatakan berjalan cukup cepat karena lokasinya tidak padat penduduk. "Oleh karena itu, kita mengucapkan terima kasih pada masyarakat. Mereka juga menikmati dampak utamanya. Mereka juga dengan welcome mengizinkan untuk kegiatan ini dilakukan dengan baik. Bahkan mereka sangat menyambut antusias danau ini dilakukan normalisasi secara maksimal," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar