Search This Blog

Kiat Singapura Setarakan Warga Disabilitas: Enabling Village hingga ART:DIS

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kiat Singapura Setarakan Warga Disabilitas: Enabling Village hingga ART:DIS
Oct 12th 2023, 08:22, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS

Tempat komunitas inklusif untuk integrasi penyandang disabilitas bernama Enabling Village di Lengkok Bahru, Singapura. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Tempat komunitas inklusif untuk integrasi penyandang disabilitas bernama Enabling Village di Lengkok Bahru, Singapura. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Penyandang disabilitas dari Singapura bernama Warren Sheldon Humphries, menyapa kumparan bersama 8 jurnalis luar negeri asal India dan Vietnam. Pria yang memakai kursi roda itu mengantar kami berkeliling di tempat komunitas inklusif untuk penyandang disabilitas bernama Enabling Village.

Komunitas tersebut telah berusia 10 tahun. Tempat ini didirikan oleh Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga (Ministry of Social and Development) Singapura pada tahun 2013.

Terletak di Lengkok Bahru, Enabling Village memiliki 22 mitra yang melayani jasa yang berbeda bagi penyandang disabilitas. Komunitas tersebut saat ini membangun empat lantai yang dijadwalkan selesai pada tahun 2024.

"Kami juga punya Employability and Employment Centre. Jadi ada pre-assesment, assesment, employability training, job placement, dan job support," kata pemandu dari Tribe Tours itu di Enabling Village, Selasa (10/10).

Pendanaan Enabling Village berasal dari pihak pemerintah serta dana dukungan dari beberapa perusahaan. Enabling Village juga menyediakan laboratorium khusus bernama Tech Able guna menciptakan inovasi solutif sehingga penyandang disabilitas bisa hidup dengan nyaman.

Terdapat inovasi khusus seperti alat bantu jalan, kursi roda, hingga peralatan kantor yang didesain khusus sehingga mudah digunakan bagi individu berkebutuhan khusus.

Tersedia dua akses jalan menuju ruangan pusat gym inklusif ActiveSG. Pengunjung umum dapat melalui tangga manual, sementara khusus penyandang disabilitas dapat melewati jalur ramp berkontur zig zag.

Dalam pusat gym tersebut, sederet peralatan gym didesain khusus serta dilengkapi panduan sehingga aman dipakai bagi penyandang disabilitas. Selain itu, Enabling Village memiliki The Art Faculty sebagai tempat penjualan karya seni dan merchandise yang dibuat oleh penyandang autisme.

ART:DIS, Wadah Generasi Muda Penyandang Disabilitas Mengeksplorasi Seni

kumparan bersama rombongan jurnalis mengunjungi ART:DIS, organisasi nirlaba yang memberi wadah belajar dan kesempatan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di bidang seni.

Organisasi ini didirikan sejak tahun 1993. ART:DIS menyelenggarakan pameran, proyek kolaborasi bagi penyandang disabilitas sehingga bisa mengekspresikan dirinya dan kepercayaan diri dapat terbentuk.

Tempat komunitas inklusif untuk integrasi penyandang disabilitas bernama Enabling Village di Lengkok Bahru, Singapura. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Tempat komunitas inklusif untuk integrasi penyandang disabilitas bernama Enabling Village di Lengkok Bahru, Singapura. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

"Sekitar 70-80 persen klien datang ke kami agar menciptakan ruang bagi mereka untuk terhubung dengan komunitas sebagai cara eksplorasi minat. 30 persen dari mereka kita dukung secara aktif dalam menemukan peluang kerja," ujar Executive Director ART:DIS Angela Tan di ART:DIS@BEDOK, Bedok North Ave, Rabu (11/10).

Angela menyebut ART:DIS memiliki sekitar 690 murid dari tiga lokasi. Ia berharap masyarakat khususnya penyandang disabilitas memiliki akses lebih besar terhadap seni, sebab seni sebagai aspirasi yang mempersatukan bagi difabel.

"Kita harus mendukung mereka, terutama bagi mereka yang tidak punya kesempatan untuk belajar sampai pendidikan tinggi," tuturnya.

Selama tahun 2021-2022, ART:DIS menghasilkan pendapatan lebih dari USD 87.000 bagi seniman. ART:DIS diharapkan dapat mewujudkan Singapura yang inklusif, di mana penyandang disabilitas mampu menciptakan karya seni mereka.

Kunjungan ini merupakan program study visit yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF). Program tersebut bertujuan untuk bertukar wawasan dan belajar mengenai sederet inovasi sosial Singapura untuk masyarakat.

Media files:
01hcgq9nvyekr004hnwqy7n6ba.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar