Oct 13th 2023, 19:44, by Paulina Herasmaranindar, kumparanNEWS
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon Campus. Foto: Sampoerna Academy
Partai Demokrat mengusulkan satu nama untuk menjadi cawapres Prabowo. Adalah Khofifah Indarparawansa yang diusulkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Prabowo.
Kenapa bukan Gibran Rakabuming Raka?
Nama Gibran memang hangat dibicarakan menjadi pendamping Prabowo. Suara dari Gerindra deras mengalir mendukung Gibran.
Bahkan Prabowo sendiri beberapa kali terang-terangan bertandang ke Solo menemui Prabowo.
Nah, pilihan Demokrat ini berbeda, Khofifah yang diusulkan. Demokrat punya alasan lebih memilih sang Gubernur Jatim itu.
"Kita kemudian menyampaikan baik juga untuk dipikirkan nama Bu Khofifah, Gubernur Jatim dengan sejumlah faktor dan pertimbangan itu yang Demokrat sampaikan," ujar AHY usai rapat pleno DPP Partai Demokrat, Jumat (13/10).
AHY kemudian menyampaikan, Demokrat tahu diri tak mengusulkan kadernya sebagai Cawapres Prabowo. Sayangnya tak dirinci mengapa Demokrat memilih Khofifah.
Namun bila melihat rekam jejak, Demokrat adalah salah satu yang mengusung Khofifah pada 2018 lalu untuk maju Pilgub Jatim dan menang.
"Sekali lagi, tahu diri, tahu posisi, Demokrat tidak mengusulkan kader utamanya," kata AHY dalam sambutannya.
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan sambutan di Rapimnas Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (21/9/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Namun AHY menegaskan, akan menyerahkan sepenuhnya soal cawapres kepada Prabowo sebagai capres. Cara ini sebenarnya sama ketika Partai Demokrat berada di Koalisi Perubahan.
"Yang jelas itu pandangan dan masukan dari Demokrat selebihnya urusan pengambilan keputusan cawapres dikembalikan, diberikan secara langsung kepada capres, Pak Prabowo yang sudah kita deklarasikan, artinya kita konsisten dalam sikap," jelas dia.
AHY menegaskan, spirit dalam mendukung capres tidak berubah. Semua dikembalikan kepada capres.
"Bahwa yang menentukan cawapres seharusnya, sebaiknya, seyogyanya, sang capres sendiri karena beliaulah yang akan memilih running mate-nya. Kalau menang menjadi pasangan, memimpin Indonesia bersama-sama," ucap dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar