500.000 Rice Cooker Gratis Mau Ditebar, Cosmos hingga Yong Ma Siapa Rajai Pasar?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
500.000 Rice Cooker Gratis Mau Ditebar, Cosmos hingga Yong Ma Siapa Rajai Pasar?
Oct 12th 2023, 09:31, by Wendiyanto Saputro, kumparanBISNIS

Deretan rice cooker di toko perabor elektronik. Foto: Azami Adiputera/Shutterstock
Deretan rice cooker di toko perabor elektronik. Foto: Azami Adiputera/Shutterstock

Pemerintah melalui Kementerian ESDM mau tebar 500.000 penanak nasi listrik atau rice cooker gratis. Program itu dimaksudkan untuk mengalihkan konsumsi LPG ke listrik, setidaknya untuk menanak nasi.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengatakan program itu akan dijalankan bertahap per paket mulai tahun ini. "Ya kita akan selesaikan (tahun ini), ini kan ada paket per paket. Nah paket tahun ini diselesaikan tahun ini," kata Menteri ESDM di sela kegiatan Konferensi Pertambangan di Bali, Selasa (10/10).

Kementerian Keuangan pun telah mengalokasikan anggaran Rp 347 untuk mendanai bagi-bagi rice cooker gratis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo, mengatakan anggaran yang disiapkan untuk program Alat Masak Berbasis Listrik (AML) atau rice cooker mencapai Rp 347,5 miliar. Anggaran ini disiapkan seiring Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2023 telah terbit.

"Anggaran yang disiapkan untuk program peningkatan konsumsi listrik masyarakat melalui AML sebesar Rp 347,5 miliar untuk 500.000 rumah tangga,"

Pabrik Rice Cooker Penguasa Pasar akan Ketiban Cuan

Penanak nasi listrik atau rice cooker merupakan produk perlengkapan rumah tangga yang sudah banyak diproduksi di dalam negeri. Survei lembaga kajian soal energi bersih dan efisiensi energi, CLASP, yang dilakukan pada 2018 menyebutkan ada 10 merek penguasa pasar rice cooker di Indonesia.

Ke-10 merek tersebut yakni Cosmos, Miyako, Maspion, Yong Ma, Philips, Sharp, Sanken, Kirin, Panasonic, dan Denpoo.

"Penjualan sepuluh merek teratas ini digabungkan menghasilkan sekitar 80 persen dari total penjualan tahunan pada tahun 2018," dikutip kumparan dari hasil survei CLASP, Kamis (12/10).

Cosmos menjadi pemimpin terbesar di pasar Indonesia. Perusahaan ini memulai usahanya dengan menjual unit lemari penyimpan beras, kemudian merambah produk penanak nasi dan peralatan rumah tangga kecil lainnya. Penanak nasi atau rice cooker Cosmos diproduksi dan dirakit di Cipondoh, Tangerang, Provinsi Banten.

Kemudian produsen rice cooker besar lainnya, Miyako, didirikan pada tahun 1970 dengan nama perusahaan PT Kencana Gemilang. Produknya diproduksi dan dirakit di Banten. Sebagian besar komponen rice cooker perusahaan bersumber dari dalam negeri. Namun, pelat pemanas dan suku cadang elektronik diimpor dari China atau Jepang.

Selanjutnya adalah Maspion. Perusahaan lokal ini berawal dari produsen lampu minyak. Belakangan, Maspion memperluas bisnisnya ke peralatan rumah tangga, termasuk rice cooker yang diproduksi di pabrik sendiri berlokasi di Surabaya.

Yong Ma juga bertengger di deretan produsen rice cooker terbesar di Indonesia. Perusahaan asal Korea ini memulai bisnisnya di Indonesia sejak 1979 di bawah PT Yong Ma Electronics. Pada Mei 1995, Yong Ma mulai mengekspor Magic Jar dan Magic Com.

Terakhir, PT Signify Commercial Indonesia, biasa dikenal dengan Philips, juga merupakan salah satu pemimpin pasar untuk lampu dan peralatan rumah tangga, termasuk rice cooker.

Adapun selain beberapa perusahaan besar tersebut, survei CLAPS menyebutkan masih banyak produk rice cooker lain di pasar tradisional yang tidak dikaji lebih lanjut. Sebab, sedikitnya ada 100 produk yang tidak bermerek asal China yang di-rebranding untuk dijual di Indonesia.

Media files:
01gk85ypn5v2w55nw02efsm87a.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar