May 29th 2023, 20:16, by Annisa Thahira Madina, kumparanNEWS
Viva Yoga. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Waketum PAN Viva Yoga Mauladi memastikan partainya akan segera mengumumkan nama capres dalam beberapa pekan ke depan. Viva membocorkan, bacapres usungan PAN adalah sosok yang dinilai paling mungkin menang di Pilpres 2024, yakni Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.
"PAN akan mengumumkan dalam beberapa pekan ke depan soal calon presiden sesuai dengan amanat dari Rakernas 2020, bahwa Ketum PAN Bang Zulhas diberikan mandat oleh partai untuk menentukan langkah strategis dalam penentuan pasangan capres dan cawapres. Tunggu dalam beberapa pekan," kata Viva usai rilis survei Populi Center di Jakarta Selatan, Senin (29/5).
"Kisinya PAN ingin menang di pemilu presiden. Dengan Mas Ganjar Pranowo dekat sekali, dengan Prabowo Subianto dekat sekali. Kan juga sudah pernah dua kali untuk di Pilpres 2014 dan 2019, apalagi dengan Airlangga sangat dekat sekali, baru bersama-sama dari AS," ujar dia.
Viva mengungkap akan ada pertemuan lanjutan dengan Golkar untuk membahas capres-cawapres. Ia mengungkap partainya juga akan memonitor elektabilitas Ganjar dan Prabowo jelang pengumuman capres PAN.
"Nanti akan ada pertemuan lagi lanjutan antara Golkar dengan PAN. Jadi survei itu kan dibatasi oleh fase waktu tren, margin error, dan beberapa hal teknis dan statistik. Setiap momentum pasti akan mempengaruhi terhadap dinamika masyarakat terhadap hasil survei," ujar dia.
"Jadi kita masih melihat bahwa survei ini masih sangat dinamis antara Mas Ganjar, Pak Prabowo. Itu menjadi bagian yang akan kita monitor nantinya," ungkap Viva.
Viva juga tak menampik masuknya Erick Thohir dalam bursa cawapres akan mempengaruhi arah keputusan capres dan koalisi PAN.
Ketum PAN Zulkifli Hasan ajak Menteri BUMN Erick Thohir safari ke kader PAN di Sumatera Utara, Selasa (17/1). Foto: Twitter/@ZUL_Hasan
"Erick Thohir itu darahnya biru. Dekat dengan PAN. Kami menganggap Mas Erick bukan orang lain lagi. Mas Erick sudah masuk dalam radar PAN untuk didorong dalam Pilpres 2024. Nanti kita lihat potensi, harapan dan peluang, komposisi koalisi yang terbentuk," ungkap dia.
Selain itu, Viva memandang 'Jokowi effect' turut menjadi pertimbangan dalam mengusung capres-cawapres.
"Kalau keadaan tidak berubah, kepuasan di atas 70%, itu tanda kan Jokowi faktor penting [bagi] siapa yang akan jadi presiden terpilih. Publik kan nilai, Pak Jokowi ke Mas Ganjar apa Prabowo?" ungkap Viva.
"siapa yang menangkap Jokowi effect ini menarik, apa Jokowi beri terang ke satu paslon, dua atau tiga. Kalau dibagi akan makin dikit, jadi saya pikir akan satu. Saya tahu jawabannya, tapi nanti. Saya udah bilang. Bang Zul, jangan sampai kita kalah lagi. Jadi harus menang," papar dia.
Kalau Tak Satu Capres, KIB Tinggal Pusara
Ketum Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Plt Ketum PPP Mardiono usai melakukan silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di kediaman Airlangga Hartarto, di Jakarta, Kamis (27/4/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Viva menerangkan, hingga saat ini Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk dengan PPP dan Golkar masih intens berkomunikasi. Namun ia mengakui, KIB akan bubar saat ketiganya final tak sepakat soal usungan capres.
"KIB itu masih intens bertemu Golkar, PAN dan PPP, meskipun PPP sudah memilih capresnya yaitu Mas Ganjar Pranowo. KIB belum bubar. Kalau misalkan nanti Golkar bersama dengan PAN bersama-sama dengan PPP untuk mengusung Mas Ganjar kan berarti KIB kompak," jelas dia.
"Tetapi kalau nanti Golkar dan PAN berbeda mimpi dengan PPP ya berarti KIB tinggal hanya pusara saja. Jadi nanti proses selanjutnya kita akan tentukan, masih ada waktu lima bulan untuk menentukan itu," tandas Viva.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar