Dec 2nd 2022, 15:18, by Nisrina Nakhlatul Azizah, kumparanBISNIS
Orang-orang mengunjungi pameran di kastil yang dipanaskan oleh energi panas bumi di Gyula, Hungaria, Kamis (17/11/2022). Foto: Marton Monus/ReutersTimea Veres dan putranya Zsombor bermain di rumah mereka di kompleks perumahan yang dipanaskan oleh energi panas bumi di Szeged, Hungaria, Selasa (22/11/2022). Foto: Marton Monus/ReutersSeorang spesialis memeriksa unit pemanas di pemandian air panas yang dipanaskan oleh energi panas bumi di Gyula, Hungaria, Kamis (17/11/2022). Foto: Marton Monus/ReutersPekerja mengganti mata bor di anjungan geotermal di Szeged, Hungaria, Hungaria, Selasa (22/11/2022). Foto: Marton Monus/ReutersOrang-orang berenang di pemandian air panas yang dipanaskan oleh energi panas bumi di Gyula, Hungaria, Kamis (17/11/2022). Foto: Marton Monus/Reuters
Hungaria menghadapi krisis energi akibat perang antara Rusia dan Ukraina. Krisis energi ini terjadi akibat lonjakan harga komoditas energi di Eropa.
Untuk mengatasinya, pemerintah setempat menganjurkan untuk mengalihkan penggunaan energi dari gas ke tenaga panas bumi (geothermal).
Penggunaan geothermal atau panas bumi sebagai energi terbarukan ini bertujuan untuk menggantikan setengah dari seluruh penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil di Hungaria.
Seorang wanita bersantai di pemandian air panas yang dipanaskan oleh energi panas bumi di Gyula, Hungaria, Kamis (17/11/2022). Foto: Marton Monus/Reuters
Tidak ada komentar:
Posting Komentar