RI Mau Ekspor Listrik ke Singapura, Kepri Bisa Jadi Hub Industri Teknologi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
RI Mau Ekspor Listrik ke Singapura, Kepri Bisa Jadi Hub Industri Teknologi
Mar 15th 2026, 14:41 by kumparanBISNIS

Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan Kepulauan Riau diproyeksikan akan menjadi hub industri teknologi terkait dengan kegiatan ekspor listrik ke Singapura.

Ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura juga diarahkan sebagai pengungkit masuknya investasi industri berteknologi tinggi. Rencana ini menjadikan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat industri hijau baru di Indonesia.

Menurut dia, dengan tersedianya energi hijau di Indonesia maka perusahaan-perusahaan global membangun fasilitas produksi dan pusat teknologi di kawasan BBK.

"Saya sudah mendapat laporan bahwa kawasan industri sudah hampir final. Nanti kita akan bangun di wilayah Kepri. Dan ini saya lagi meng-clear-kan. Kalau itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan," ujar Bahlil dalam keterangannya, Minggu (15/3).

Listrik yang diekspor nantinya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sejalan dengan program kelistrikan 100 gigawatt (GW) yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan domestik dan juga dapat diekspor ke negara tetangga. Meskipun Bahlil mengakui, terdapat tantangan dari segi harga yang lebih mahal daripada harga energi fosil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC. Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC. Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Bahlil menghadiri pertemuan dengan Minister for Manpower sekaligus penanggung jawab energi Singapura Tan See Leng di Tokyo, Jepang pada Minggu (15/3) waktu setempat. Pernyataan bahlil ini kemudian disambut baik oleh Tan See Leng.

Dalam pertemuan itu, kedua negara juga membahas pengembangan kawasan industri berkelanjutan di BBK, salah satunya adalah skema yang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan listrik dalam negeri sebelum diekspor.

Selain itu ada juga pembahasan mengenai pembukaan peluang kerja sama teknologi rendah karbon seperti penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Storage/CCS).

"Yang menyangkut CCS, aturan-aturannya sudah saya persiapkan. Itu kemudian bisa kita lakukan kolaborasi," tutur Bahlil.

Media files:
aifw8anc3b51ajrccaut.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar