Keluar Darah Setelah Berhubungan Suami Istri, Apa Penyebabnya?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Keluar Darah Setelah Berhubungan Suami Istri, Apa Penyebabnya?
Mar 30th 2026, 18:00 by kumparanMOM

Keluar Darah Setelah Berhubungan Suami Istri, Apa Penyebabnya? Foto: Shutterstock
Keluar Darah Setelah Berhubungan Suami Istri, Apa Penyebabnya? Foto: Shutterstock

Jika Anda melihat ada darah keluar setelah berhubungan suami istri, padahal sedang tidak haid, kondisi ini tentu bisa membuat khawatir. Dikutip dari WebMD, sebenarnya hal ini cukup sering terjadi dan tidak selalu menandakan masalah serius. Sebagian orang yang mengalami menstruasi pernah mengalaminya setidaknya sekali dalam hidup.

Meski begitu, perdarahan setelah berhubungan tetap tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi berulang atau disertai keluhan lain seperti nyeri, keputihan tidak normal, atau rasa tidak nyaman. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari hal ringan hingga kondisi medis yang memerlukan penanganan dokter.

Apa Penyebab Perdarahan Setelah Berhubungan Suami Istri?

-Servisitis

Ilustrasi hubungan suami istri. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi hubungan suami istri. Foto: Shutter Stock

Sebagian besar perdarahan setelah berhubungan intim berasal dari serviks, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung langsung ke vagina.

Salah satu penyebab yang cukup sering adalah servisitis, yaitu peradangan pada serviks. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti klamidia atau gonore, tetapi juga dapat terjadi karena infeksi non-seksual, misalnya infeksi jamur.

Saat serviks mengalami peradangan, jaringannya menjadi lebih sensitif sehingga lebih mudah berdarah saat terjadi gesekan saat berhubungan.

-Polip Serviks

Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock

Selain itu, perdarahan juga bisa disebabkan oleh polip serviks, yaitu pertumbuhan jaringan kecil di sekitar leher rahim. Umumnya, polip bersifat jinak atau tidak berbahaya, tetapi tetap bisa memicu perdarahan. Kabar baiknya, kondisi ini biasanya dapat ditangani dengan prosedur sederhana oleh tenaga medis.

Selain itu, ada juga beberapa penyebab lain yang bisa memicu perdarahan setelah berhubungan suami istri. Kondisi tergantung kondisi masing-masing orang. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Gesekan saat berhubungan intim atau kurangnya pelumasan.

2. Kekeringan pada vagina.

3. Kontrasepsi hormonal.

4. IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim yang posisinya kurang tepat.

5. Infeksi pada organ reproduksi.

Ilustrasi vagina berdarah setelah berhubungan seksual  Foto: Shutterstock
Ilustrasi vagina berdarah setelah berhubungan seksual Foto: Shutterstock

6. Penyakit radang panggul (PID), yaitu infeksi pada rahim, tuba falopi, atau ovarium.

7. Luka pada area genital, misalnya akibat herpes atau kondisi lainnya.

8. Cedera atau trauma pada vagina, termasuk setelah persalinan.

9. Ektropion serviks, yaitu kondisi jinak ketika sel-sel dari dalam saluran serviks tumbuh ke bagian luar leher rahim.

10. Prolaps uterus, yaitu kondisi saat rahim turun karena otot dasar panggul melemah.

11. Perubahan pada serviks, vagina, atau rahim, termasuk sel prakanker.

12. Kanker serviks, vagina, atau rahim.

13. Perdarahan yang berkaitan dengan siklus menstruasi, misalnya saat haid baru mulai atau baru saja selesai.

Media files:
x3wbyvt8zwumzntopqg9.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar