Alasan Mereka yang Baru Mudik Lebaran di Tengah Arus Balik

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Alasan Mereka yang Baru Mudik Lebaran di Tengah Arus Balik
Mar 24th 2026, 15:41 by kumparanNEWS

Tiara, salah satu warga yang mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Tiara, salah satu warga yang mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sebagian besar warga berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman untuk menjalankan rutinitas kembali. Namun di antara riuh arus balik mudik itu, ada sedikit warga yang melakukan sebaliknya.

Bagi sedikit warga tersebut, momen saat ini adalah waktu untuk melepas rindu pada kampung halaman. Mereka meninggalkan Jakarta di saat para penghuninya mulai berdatangan.

Perbedaan kesibukan itu sangat terasa di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3).

Di area kedatangan terminal ini, para warga berangsur-angsur turun dengan jumlah tak sedikit dari bus yang baru saja tiba. Sebagian besar dari mereka bergegas berjalan atau bahkan menunggu layanan transportasi umum untuk meninggalkan terminal.

Sementara itu, di lorong menuju titik tunggu keberangkatan terminal ini, suasana terasa lebih tenang dari bising dibandingkan area lainnya. Hanya sedikit orang yang duduk di kursi-kursinya.

Sejumlah bus yang berada di area keberangkatan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur pada Selasa (24/3/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Sejumlah bus yang berada di area keberangkatan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur pada Selasa (24/3/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Salah satu yang duduk itu adalah Tiara (22), yang bersama kerabatnya sedang menunggu kedatangan bus untuk mudiknya ke Palembang. Di kalendernya, libur lebaran Idul Fitri tidak seperti pada umumnya.

"Baru dapat libur kerja, baru dapat cutinya tanggal sekarang," ungkap Tiara.

Sebenarnya Tiara sangat antusias menyambut lebaran Idul Fitri. Sejak tanggal 11, ia sudah ancang-ancang untuk membeli tiket mudik.

Namun takdir berkata lain. Hari H Lebaran ia libur, tetapi hanya itu satu-satunya. "Masuk [kerja], libur sehari doang," ujar Tiara.

Kini, Tiara punya waktu seminggu untuk menghabiskan waktu bersama orang tuanya di Palembang. Setelah itu, ia kembali lagi, ke Bogor di tempat dirinya bekerja.

"Seminggu paling [mudiknya], baliknya nanti tanggal 30-an," katanya.

Sedikitnya jumlah pemudik di waktu arus balik mudik ini dirasakannya. Berdasarkan amatannya, suasana terminal justru terasa kurang ramai.

Akmal, salah satu warga yang mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Akmal, salah satu warga yang mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Tidak hanya soal jadwal, namun ketersediaan tiket juga menjadi alasan warga baru melaksanakan mudik sekarang. Hal itu dialami oleh Akmal (20) yang hendak mudik ke Padang.

"Enggak sempat [mudik] karena enggak kedapatan tiket," ungkap Akmal.

Sejak awal ia memang menyasar tiket bis. Ia pun berburu dua hari sebelum Lebaran tiba melalui sosial media, namun yang diperolehnya justru tiket keberangkatan pada hari ini.

"Sempet nyari, habis. H-2 hari lebaran, [lewat] online," kata Akmal.

"Pas waktu itu juga nyarinya [buat tiket hari ini)]" imbuhnya.

Ia pun mengaku harga tiket mengalami peningkatan harga. Menurutnya harga tiket untuk mudiknya kali ini meningkat sekitar Rp 300 ribu.

"Harga normalnya 600, [naik] sampai 900-an," ungkapnya.

Ia belum mengetahui akan seberapa banyak penumpang yang bersama dalam bus yang sama dengannya. Meski begitu, Akmal berharap bus untuk mudiknya kali ini tetap terasa penuh.

"Belum tahu juga sih ada berapa [orang], mudah-mudahan penuh lah," katanya.

Media files:
01kmf9cqp3vg5jyrkb24aseb4x.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar