Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
Seskab, Letkol Teddy Indra Wijaya, mengungkap hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah eks Menlu di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/2) kemarin.
Teddy memaparkan, salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden AS, Donald Trump.
"Mengenai Board of Peace: Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan," kata Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Kamis (5/2).
Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
Selain itu, Teddy menyebut turut dibahas masalah iuran BoP senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 17 triliun. Iuran ini menurutnya tak wajib dibayarkan.
"Mengenai biaya USD 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib," ungkapnya.
Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
Dalam BoP juga, Teddy menjelaskan, ada 7 negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam yang tergabung. Yakni, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.
"Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun," jelas Teddy.
"Saat ini, Indonesia belum membayar," lanjutnya.
Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
Teddy menegaskan, keikusertaan Indonesia dalam organisasi tersebut merupakan upaya dalam mengurangi peperangan di Palestina.
"Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi," paparnya.
Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
Di sisi lain, dalam pertemuan dengan para eks Menlu tersebut, Teddy menambahkan, turut dibahas masalah kebijakan luar negeri.
"Presiden menjelaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang beliau lakukan, selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia," ucap Teddy.
Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
Beberapa capaian dari kebijakan luar negeri itu, di antaranya: bergabungnya Indonesia dengan BRICS; penetapan tarif dagang 0% di 27 negara Uni Eropa; kesepakatan pembangunan kampung haji di Arab Saudi; hingga penandatanganan perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS.
Adapun beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Marty Natalegawa, Retno Marsudi, Alwi Shihab, Dino Patti Djalal, Hasan Wirajuda, hingga tokoh pemikir Jusuf Wanandi.
Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetSeskab Teddy Indra Wijaya saat Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetSeskab Teddy Indra Wijaya saat Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetSeskab Teddy Indra Wijaya saat Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetSeskab Teddy Indra Wijaya saat Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar