Begini Respons AS Ketika Banyak Negara Minta Kejelasan Kebijakan Tarif Trump

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Begini Respons AS Ketika Banyak Negara Minta Kejelasan Kebijakan Tarif Trump
Feb 23rd 2026, 11:11 by kumparanBISNIS

Presiden AS Donald Trump berbicara selama World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/2026). Foto: Denis Balibouse/REUTERS
Presiden AS Donald Trump berbicara selama World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/2026). Foto: Denis Balibouse/REUTERS

Ketidakpastian kini kembali menyelimuti perdagangan global, setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Donald Trump.

Ketegangan akibat ketidakpastian kembali mencuat pada hari Minggu ketika kepala perdagangan Parlemen Eropa mengatakan ia akan mengusulkan pembekuan ratifikasi Uni Eropa atas kesepakatan perdagangan dengan AS hingga pemerintahan Trump memperjelas kebijakannya.

Di New Delhi, para pejabat menyebutkan alasan serupa mengapa India menunda pembicaraan di AS minggu ini untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan sementara.

Menanggapi hal tersebut, para pejabat senior AS menegaskan kekalahan Presiden Donald Trump terkait tarif di Mahkamah Agung tak akan membatalkan kesepakatan dengan mitra AS dalam upaya mempertahankan kebijakan perdagangan agresif pemerintahan tersebut.

Kesepakatan-kesepakatan tersebut—yang dibuat pemerintah dengan mitra termasuk China, Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan—tetap berlaku. Kesepakatan tarif juga sebelumnya ditetapkan dengan pemerintah Indonesia pada pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan harus dipisahkan antara kesepakatan-kesepakatan tersebut dari rencana tarif global 15 persen yang diumumkan Trump pada hari Sabtu.

"Kami ingin mereka memahami bahwa kesepakatan ini akan menjadi kesepakatan yang baik," kata Greer pada hari Minggu di acara Face the Nation di CBS.

"Kami akan mendukungnya. Kami mengharapkan mitra kami untuk mendukungnya juga," imbuh dia.

Greer menyarankan bahwa instrumen perdagangan alternatif AS, termasuk yang melibatkan investigasi terhadap praktik perdagangan negara lain, akan memberi AS pengaruh.

"Kita sudah menerapkan tarif seperti ini terhadap China, dan kita juga sudah melakukan investigasi," katanya.

Trump diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama kunjungannya yang dimulai pada 31 Maret.

"Presiden dan Xi memiliki hubungan yang kuat," kata Greer kepada Fox News Sunday. AS mempertahankan tarif rata-rata 40 persen terhadap China tanpa menggunakan undang-undang darurat yang dibatalkan oleh pengadilan, katanya.

Pendekatan Trump terhadap perdagangan, yang sebagian besar dibatalkan oleh Mahkamah Agung, tetap saja telah membuat geram mitra dagang AS di seluruh dunia, termasuk Uni Eropa.Greer mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan mitra di Uni Eropa.

"Yakinlah, saya juga sudah berbicara dengan orang-orang ini," kata Greer kepada CBS. "Saya sudah memberi tahu mereka selama setahun — terlepas dari menang atau kalah, kita akan tetap memberlakukan tarif, kebijakan presiden akan terus berlanjut."

"Itulah mengapa mereka menandatangani kesepakatan ini, bahkan ketika proses litigasi masih berlangsung," katanya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menjawab pertanyaan wartawan usai pembicaraan antara pejabat senior AS dan China mengenai tarif di Kedubes AS untuk Swiss, Jenewa, Minggu (11/5/2025). Foto: VALENTIN FLAURAUD/AFP
Menteri Keuangan AS Scott Bessent bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menjawab pertanyaan wartawan usai pembicaraan antara pejabat senior AS dan China mengenai tarif di Kedubes AS untuk Swiss, Jenewa, Minggu (11/5/2025). Foto: VALENTIN FLAURAUD/AFP

Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa di Brussels, mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka menginginkan "kejelasan penuh" mengenai langkah selanjutnya dari pemerintahan Trump.

"Kesepakatan adalah kesepakatan," kata badan eksekutif blok tersebut dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa mereka mengharapkan AS untuk menghormati komitmennya berdasarkan kesepakatan perdagangan yang ditandatangani pada bulan Agustus.

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bahwa sangat penting bagi perdagangan global untuk "mendapatkan kejelasan" dari pemerintahan AS.

"Saya harap ini akan diklarifikasi, dan akan dipikirkan secara matang sehingga kita tidak lagi menghadapi tantangan baru dan usulan-usulan tersebut akan sesuai dengan konstitusi, sesuai dengan hukum," kata Lagarde di acara Face the Nation .

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada hari Minggu sebelumnya bahwa AS telah menghubungi mitra dagang asingnya. Dia mengeklaim para negara mitra menyukai kesepakatan tarif tersebut.

"Jadi, Anda tahu, itu tidak akan diubah," kata Bessent di acara Sunday Morning Futures di Fox News.

Media files:
01kfge3xw71vw616rbbr1ba2zk.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar