BUMN Kuasai Hampir 30% Kapitalisasi Bursa, Danantara Mau BEI Lebih Transparan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BUMN Kuasai Hampir 30% Kapitalisasi Bursa, Danantara Mau BEI Lebih Transparan
Jan 30th 2026, 13:06 by kumparanBISNIS

Pandu Sjahrir, Legacy Lead dari ASEAN QR Code, berbicara di atas panggung selama ASEAN Business and Investment Summit 2023 menjelang KTT ASEAN di Jakarta pada 4 September 2023. Foto: Yasuyoshi Chiba / AFP
Pandu Sjahrir, Legacy Lead dari ASEAN QR Code, berbicara di atas panggung selama ASEAN Business and Investment Summit 2023 menjelang KTT ASEAN di Jakarta pada 4 September 2023. Foto: Yasuyoshi Chiba / AFP

CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani berharap agar Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin transparan seiring dengan rencana Danantara ikut berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Rosan mengatakan, sudah banyak perusahaan pelat merah yang melantai di bursa saham, bahkan kapitalisasinya mencapai 30 persen dari total pasar modal di Indonesia.

"Kita lihat banyak perusahaan BUMN kita ini yang sudah listing di public. Dan kalau kita lihat lebih dalam lagi, hampir 30 persen dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa itu adalah kontribusi dari BUMN kita," ungkapnya saat konferensi di Wisma Danantara, Jumat (30/1).

Oleh karena itu, Rosan meminta agar BEI semakin transparan dan meningkatkan tata kelolanya, terutama usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti kebijakan free float saham di Indonesia dan menyebabkan gejolak dalam dua hari ke belakang.

"Jadi ya kita juga ingin mendorong agar bursa kita ini menjadi lebih transparan, lebih terbuka. Dan juga menjadi seperti yang disampaikan oleh Pak Menko, selalu menjunjung tinggi tata kelola governance yang baik yang harus kita selalu tingkatkan secara terus-menerus," tegas Rosan.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Selain itu, Danantara juga akan semakin terbuka dengan pasar modal dengan adanya rencana demutualisasi BEI. Hal ini seiring dengan banyaknya Sovereign Wealth Fund (SWF) lain di dunia yang juga berkecimpung dan menjadi bagian langsung di bursa saham.

"Danantara tentunya dengan adanya program demutualisasi ini yang akan diakselerasi, kita juga tentunya terbuka dan seperti banyak negara-negara lain, banyak Sovereign Wealth Fund juga menjadi bagian dari bursa itu," ungkapnya.

Demutualisasi memungkinkan BEI tidak lagi dimiliki hanya oleh anggota bursa (struktur mutual) tetapi juga dibuka oleh pihak selain anggota bursa, dengan memisahkan keanggotaan dan kepemilikan.

Rosan berharap merupakan langkah tersebut dapat memperkuat tata kelola dan transparansi dari BEI.

"Nanti mungkin bursanya untuk melihat bahwa ini adalah sesuatu yang sangat positif, yang memang yang perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik, lebih dalam dan memberikan transparansi yang lebih meningkat," jelasnya.

Media files:
01kfmqee5e4akkc049c91beqm7.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar