Waka BGN: Implementasi MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Waka BGN: Implementasi MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Dec 9th 2025, 10:17 by kumparanNEWS

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang ditemui di Grha Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang ditemui di Grha Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkap dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pelaku UMKM, terutama di sektor pertanian dan peternakan.

"UMKM di bidang pertanian, peternakan. Lalu, ya pertanian, peternakan lah ya utamanya," ujar Nanik usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/11).

Nanik menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional saat ini turut terdorong oleh implementasi program MBG. Ia menyinggung laporan lembaga internasional yang menggambarkan besarnya nilai ekonomi dari rantai hilir pangan.

"Kemarin kan pertumbuhan ekonomi ini kan 5,034 ya. Nah, itu banyak didorong oleh faktor MBG," ujarnya.

"Kemudian Bank Dunia, PBB malah mengatakan juga bahwa dari sepiring nasi itu nilainya di hilirnya bisa sampai 385.000, berarti value effect-nya kan luar biasa. Nah, itu. Insyaallah lah kalau ini jalan semua, MBG ya, 7%-8% pertumbuhan akan bisa tercapai," sambung dia.

Sektor pertanian menjadi salah satu penerima manfaat program ini karena kebutuhan sayur, buah, dan bahan pangan segar untuk dapur MBG selalu dipasok setiap hari. Permintaan yang stabil ini menjanjikan kestabulan bagi petani, baik dari segi pasar ataupin harga jual.

Hal yang sama juga terjadi di sektor peternakan. Peternak baik unggas, ikan, maupun sapi bisa rutin memasok protein hewani untuk menu harian MBG. Banyak peternak kecil yang semula hanya memasarkan produk mereka dalam skala lokal, kini dapat memasok ke dapur-dapur MBG di wilayahnya.

Menurut Nanik, keterlibatan UMKM dalam program ini akan diperkuat melalui regulasi baru. Pemerintah akan melarang pabrikan besar menjadi pemasok bahan pangan MBG.

"Kita larang lho pabrikan nanti untuk menjadi, apa namanya, supplier. Jadi semua misalnya biskuit lah atau apa itu, semua sekarang harus dibuat oleh UMKM, dibuat oleh PKK setempat," terang dia.

Ia menegaskan bahwa aturan tersebut akan tercantum dalam Peraturan Presiden yang sedang disiapkan. Nanik menyebut bahan-bahan produksi dari pabrik besar tidak lagi diperbolehkan untuk memenuhi kebutuhan MBG.

"Jadi enggak, kalau dulu masih ada dari pabrik-pabrik besar nanti tidak ada lagi. InsyaAllah itu, itu masuk dalam Perpres nanti, dalam Perpres keluar antara lain itu bahwa tidak ada lagi bahan pabrikan yang digunakan untuk MBG," tandas dia.

Media files:
01k82v45ad6p8d14m36bnskk74.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar