Sumsel Jadi Provinsi Pelopor Kemandirian Pangan Berbasis Pendidikan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Sumsel Jadi Provinsi Pelopor Kemandirian Pangan Berbasis Pendidikan
Oct 24th 2025, 09:16 by Urban Id

Gubernur Sumsel, Herman Deru didampingi Direktur World Agroforestry (ICRAF) Indonesia, Andree Ekadinata saat meluncurkan Muatan Lokal (Mulok) Kemandirian Pangan sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah. Foto : Dok. Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel, Herman Deru didampingi Direktur World Agroforestry (ICRAF) Indonesia, Andree Ekadinata saat meluncurkan Muatan Lokal (Mulok) Kemandirian Pangan sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah. Foto : Dok. Humas Pemprov Sumsel

Sumsel kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dengan meluncurkan Muatan Lokal (Mulok) Kemandirian Pangan sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan dan keberagaman sumber daya lokal sejak usia dini.

"Pendidikan bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang bagaimana mencetak generasi yang siap beradaptasi dengan tantangan zaman, salah satunya melalui kemandirian pangan," ujar Herman Deru saat peluncuran program di Palembang, Kamis (23/10/2025).

Mulok Kemandirian Pangan ini menggabungkan pembelajaran berbasis praktik dengan pengetahuan tentang pangan lokal, bertujuan tidak hanya untuk mengenalkan beragam jenis pangan, tetapi juga mengajarkan siswa cara mengelola, mengolah, dan memasarkan hasil pertanian. Inovasi ini mengintegrasikan nilai-nilai cinta tanah, kebudayaan lokal, serta keterampilan bertani dan bercocok tanam dalam kurikulum formal sekolah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Mondyaboni, Mulok Kemandirian Pangan tidak hanya mendidik siswa untuk cinta tanah dan pangan lokal, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.

Sumsel juga bekerja sama dengan CIFOR-ICRAF Indonesia dalam riset-aksi Land4Lives, yang didanai oleh pemerintah Kanada, untuk mengembangkan kurikulum ini, termasuk pelatihan guru, penyusunan bahan ajar, serta pengembangan media pembelajaran interaktif seperti buku, video, dan poster.

"Inovasi ini merupakan bagian dari Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang dimulai pada 2021 dan didukung oleh berbagai pihak, termasuk lembaga internasional, " kata Direktur World Agroforestry (ICRAF) Indonesia, Andree Ekadinata.

Andree juga memuji inisiatif Sumsel sebagai contoh bagaimana pendidikan bisa menjadi alat untuk memperkuat ketahanan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

"Dengan memperkenalkan pangan lokal melalui pendidikan formal, kita tidak hanya mendidik anak-anak untuk bercocok tanam, tapi juga untuk melestarikan kearifan pangan lokal yang selama ini hanya diwariskan secara lisan," kata Andree.

Inisiatif Mulok Kemandirian Pangan di Sumsel ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi provinsi lain untuk mengintegrasikan ketahanan pangan ke dalam pendidikan formal, mengingat pentingnya membangun ketahanan pangan di tingkat masyarakat sejak usia muda.

Bahkan Program ini sudah diuji coba di 34 sekolah di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, melibatkan lebih dari 8.600 siswa dari jenjang SMA dan SMK. Hasil uji coba menunjukkan 83 persen sekolah mendukung penerapan Mulok Kemandirian Pangan, dengan dampak signifikan pada pengetahuan gizi, minat bercocok tanam, serta kebiasaan makan sehat di kalangan siswa.

"Banyak siswa yang mulai membawa bekal bergizi, menanam sayuran di rumah, dan tertarik mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi, " kata dia.

Media files:
01k89zz01d40na6hrfncgjqdwf.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar