Ekspor Minyak Arab Saudi Melejit pada September 2025

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ekspor Minyak Arab Saudi Melejit pada September 2025
Oct 2nd 2025, 09:36 by kumparanBISNIS

Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock

Ekspor minyak mentah Arab Saudi melonjak ke level tertinggi dalam 18 bulan terakhir pada September 2025. Hal tersebut dinilai menjadi bukti kalau porsi kenaikan produksi OPEC+ mulai terasa di pasar global.

Mengutip Bloomberg, total ekspor minyak Arab Saudi tercatat mencapai 6,42 juta barel per hari pada September, berdasarkan data pelacakan tanker yang dihimpun. Angka tersebut naik lebih dari 600.000 barel per hari dibandingkan dengan Agustus.

Data dari Kpler dan Vortexa juga menunjukkan peningkatan arus ekspor. Pejabat Saudi belum memberikan komentar terkait data tersebut.

Biasanya, Arab Saudi mengonsumsi lebih banyak minyak di dalam negeri selama musim panas karena kebutuhan pembangkit listrik pada musim itu meningkat imbas suhu lebih panas. Hal ini membuat ekspor minyak mentah tidak melonjak pada Juli dan Agustus, meski OPEC+ sudah meningkatkan produksinya.

Kemudian, Riyadh sempat meningkatkan ekspor pada Juni ketika pasokan terganggu akibat konflik antara Iran dan Israel, tetapi kembali menurun pada bulan-bulan berikutnya. OPEC+ dijadwalkan memutuskan langkah produksi berikutnya pada akhir pekan ini, sementara harga minyak di kawasan Timur Tengah cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir.

Dalam kenaikan ekspor tersebut, pengiriman ke pipa Sumed di Mesir melonjak ke level tertinggi sejak Maret 2020, ketika produksi global sempat meluas tanpa batas pada awal pandemi. Lonjakan ini diduga terkait dengan pengisian kembali cadangan di Sidi Kerrir, ujung pipa yang berada di kawasan Mediterania.

Sebelumnya, OPEC+ kemungkinan akan menyetujui peningkatan produksi minyak lagi setidaknya 137.000 barel per hari pada pertemuan minggu depan. Mengutip Reuters, tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan langkah itu dilakukan karena kenaikan harga minyak mendorong mereka untuk mencoba mendapatkan kembali pangsa pasar.

Sejak April, OPEC+ telah membalikkan strategi pemangkasan produksi. Kuota produksi dinaikkan lebih dari 2,5 juta barel per hari, atau sekitar 2,4 persen dari permintaan global, guna memperbesar pangsa pasar sekaligus merespons tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan harga minyak.

Delapan negara anggota OPEC+ akan menggelar pertemuan daring pada 5 Oktober untuk memutuskan alokasi produksi bulan November. OPEC+ sendiri memproduksi sekitar separuh minyak dunia, terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia, dan sekutu lainnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar